Ceritanya kemaren adikku lanang di kantor ultah kan. Aku punya adik-adikan cowok di kantor gitu, sebut saja namanya Hendy (anggap nama samaran). Terus aku pagi-pagi telfon sudah ke nomer ext dia dan ngeciwis ngucapin lalala lilili sambil batuk-batuk. Lalu dia menohokku,
“Makasih ya Kak. Tapi.. Kak.. coba deh mindsetnya diubah. Hari lahir itu seharusnya apresiasinya untuk ibu yang melahirkan kita. Yang susah payah dan berjuang ngelahirin kan ibu, yang ngerasain sakit juga ibu kan, kita mah tinggal keluar aja.”
Aku terhenyak. Terdiam. Mikir. Mencerna kalimatnya.
Em. Dia nih emang lebih muda 2 tahun dari aku, tapi sering mengeluarkan pernyataan yang “Eh iya bener juga”. Tapi sering bikin kesel sih, sebagai adik-adikan dia ngeselin emang. Tapi baik. Kadang alay. Sering dheng. Haha. Kalo ngasih masukan sering bikin aku bingung. Diplomatis abis dia tuh. Anaknya sastra banget. Padahal anak akuntansi.
So... terima kasih untuk mamanya Hendy, telah melahirkan seorang anak laki-laki yang se-mature itu pemikirannya sekarang. You must be proud of him, tante.
Daaaan... aku juga mau bilang terima kasih banget untuk mamanya Mas (nyari nama samaran).. Mas Bas. Mas Bas ini 3 hari yang lalu, 25 Januari bertambah usia. Kalau mas Bas udah tua, sih. 5 tahun lebih tua dari aku. Tapi dia baby face, ndak tua-tua gitu perasaan. Aku iri. Tapi ndak boleh iri yaa. Iri itu penyakit hati.
Eniwei.. Januari rame banget yang ulang tahun. Asli deh. Boros. Haha. But its okay. Traktiran juga rame sih. Yes!!
Teruntuk mamanya Mas Bas..
Terima kasih telah melahirkan seorang anak lelaki yang lucu sekali. Suka bikin gemes. Banget. Gregetan juga saya. Banyaaaak ngajarin saya berbagai hal, secara sadar dan tidak sadar. He’s a nice guy. And I really adore him. Ndak tau kenapa ya. Walaupun sering membullyku. Kamu tetap lucu, Mas. Bhak!
Terimakasih Mama dan Papanya mas Bas, sudah membesarkan dan mendidik mas Bas menjadi sosok yang sekarang ini. Sosok yang menyenangkan. Dan membuatku sering rindu. Ups. Walaupun sering membuat saya bertanya-tanya juga. Hehe.
Pokoknya yaaa… terimakasih untuk orang tua dari orang-orang baik di sekitarku. Telah melahirkan, mendidik, membesarkan, dan mengasuh mereka menjadi sebaik dan sehebat mereka sekarang ini.
Bapak dan Ibuk. Terima kasih kayaknya ndak cukup ya. Biarkan jadi rahasiaku sama Alloh saja. Yang penting semoga Bapak sama Ibuk sehat, dan umurnya berkah. Walaupun De Ecik masih sering ngeyel, tapi nasehat bapak sama ibuk sebenernya tetep didengerin kok. Serius deh.
Pokoknya. Aku sayang kamu, Mas..