Siswa "hiperaktif"
Pagi lebaran adha ini aku dkirim pesan via messenger oleh seorang muridku yg subhanallah "hiperaktif" semasa dikelas, anak tersebut menuliskan permohonan maaf lahir dan bathin, membacanya aku teraharu, sebagai guru yg tidak lagi mengajarnya ia masih begitu respect kepada gurunya, tidak banyak murid yang melakukan hal ini bahkan murid baik atau yg super duper pintar sekalipun, walaupun ia harus tinggal kelas karena begtu bnyak mata pelajaran yg tdk tuntas disertai poin pelanggaran yg menggunung sehingga mengharuskan ia pindah ke sekolah lain diluar kota, tapi doa terdalam dari ibu nak semoga dirimu sukses dimasa depan :)





