Untold Story
Hari itu hari jum’at. Bertepatan dengan akhir periode pula. Seolah seperti suatu agenda khusus, beberapa member English Studio yang sudah menyelesaikan programnya selalu mengajak untuk farewell party. Well..farewell party yang biasa kami lakukan tidak pernah lepas dari secangkir kopi dan serentetan cerita masa lalu, kadang juga masa depan sih... tergantung mood aja mau menceritakan yang mana hehe.
Berhubung kelas yang saya pegang terdiri dari 2bulan, jadi kelas kami tidak memiliki agenda semacam itu. Tapi ternyata ada salah satu member dikelas Band 5 yang mengajak kak IB (tutor Band 5) untuk sekadar having a little chit chat sebelum semuanya kembali ke kampung halaman masing-masing. Yaaah.. karena selama beberapa bulan terakhir saya dan kak IB tidak pernah terpisahkan, kami pun datang bersama.
Selesai kelas, kami langsung menuju tempat yang telah dijanjikan. Suasana sedikit canggung diawal karena saya baru kenal dengan mereka malam itu juga, tapi lama kelamaan saya bisa blend in dengan lingkungan sekitar. Obrolan dibuka oleh Mr. Bukhari. Beliau adalah salah satu member yang berasal dari Aceh dan sudah memiliki jam terbang tinggi di kancah internasional karena sering bekerja sama dengan International NGO untuk menggarap beberapa proyek di berbagai kawasan di Indonesia. Banyak yang beliau ceritakan, walaupun sebagian besar adalah promosi haha. Iya.. mempromosikan daerah asalnya. Pantainya. Pulaunya. Wisata malamnya. Makanannya. And of course, its weeds hahahha. Honestly, it becomes the part I’ve been waiting for the most.
Kemudian, diskusi dilanjutkan oleh Nabilla. Well..she’s warm, outgoing, and cool. Secara keseluruhan, malam itu dia bercerita tentang rencananya untuk mengikuti WHV (Working Holiday Visa). Sebenarnya saya sudah sering mendengar beberapa member yang memang belajar IELTS untuk alasan WHV, tapi entah kenapa malam itu seolah Nabilla dikirim untuk menginspirasi saya. Maybe, it has something to do with her way explaining particular subject. Dia bercerita panjang lebar. Bagaimana awal mula saudara-saudaranya berangkat untuk mengadu nasib di negeri kangguru, bagaimana mereka mendapatkan pekerjaan hingga bagaimana mereka kini bisa menikmati hasil jerih payahnya. And I said to myself “It’s pretty promising”.








