Killing two birds with one stone
Beberapa hari yang lalu, kelas malam kami membahas mengenai lesson plan. Jadi dalam satu minggu kami membahas keempat skill yang ada di IELTS; writing, reading, listening dan speaking. Di hari pertama, saya yang menjadi leader dikelas, bertugas untuk memimpin jalannya diskusi sekaligus menjadi mediator disaat yang bersamaan. Saya memilih untuk membahas mengenai writing terlebih dahulu.
Kelas dimulai sekitar pukul 18.40 dan berakhir pada pukul 21.00. Saya memulai kelas dengan membahas hal-hal yang perlu diperhatikan ketika mengajar writing, salah satunya adalah kemampuan students. Banyak diantara kami yang sering dihadapkan pada situasi dimana students memiliki kemampuan yang berbeda-beda, dan disinilah kemampuan kita sebagai tutor diuji. Berangkat dari permasalahan inilah, saya membagi peserta kelas malam waktu itu menjadi tiga kelompok, yaitu: beginner, intermediate dan advanced class.
Setelah selesai sharing, kelas malam berikutnya dipimpin oleh kak IB dan kami membahas mengenai speaking. Kemudian dihari ketiga kami membahas reading dan dihari terakhir, kami membahas mengenai listening.
Ada yang unik ketika kami membuat lesson plan untuk listening class karena selama ini kelas listening hanya berisi practice dan pembahasan. Selesai, tidak ada kegiatan lain. Tapi dikelas malam tersebut, kami dituntut untuk mampu mengisi listening class selama 120 menit. Lalu apa saja yang kami lakukan? Well.. masing-masing kelompok memiliki caranya masing-masing tentunya kegiatan yang dilakukan disesuaikan dengan kemampuan students dikelas.
Untuk kelompok saya, intermediate class, kelas akan dimulai dengan mendiskusikan beberapa vocabulary yang berhubungan dengan topik listening yang akan diajarkan. Setelah itu kami akan meminta students untuk memerankan suatu mini drama yang skenarionya dibuat sendiri oleh mereka. Selesai memerankan drama, mereka akan mulai mengerjakan listening questions yang dilanjutkan dengan pembahasan soal. Dikelas ini, skill yang akan dikembangkan adalah writing, speaking, listening dan reading.
Selama menjadi tutor di English Studio, saya belajar bahwa dalam pembuatan lesson plan, penting untuk memperhatikan skill yang akan dikembangkan. Misalnya untuk writing class, akan lebih baik jika kita juga melibatkan aktivitas-aktivitas lain yang tidak hanya akan mengembangkan kemampuan writing para students, tetapi juga kemampuan lain yang ada di IELTS; reading, listening dan speaking, agar dalam waktu yang singkat semua skill bisa dilatih, seperti kata peribahasa, “sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui”.









