All things have their respective portions
Awal pertama saya menjadi tutor di English Studio, saya diberi tanggung jawab untuk mengajar writing class di band 6. Kebetulan saat itu band 6 dibagi menjadi dua kelas karena saking banyaknya member yang mendaftar. Tiba dibulan kedua, saya dipindahkan untuk mengajar Master Class, well.. by its name, you can tell the pressure I feel everytime I’m standing in the class.
Master Class (MC) sendiri adalah kelas dengan tingkatan paling tinggi di English Studio. To tell you the truth, selain kemampuannya yang sudah dianggap tinggi, member yang ikut bergabung dikelas ini juga akan “dihujani” banyak tugas setiap harinya. Namanya juga master class, jadi semakin banyak tugas akan semakin baik.
Naaah...sudah tiga bulan ini saya mengajar MC. Banyak tantangan, suka dan duka yang saya alami, termasuk didalamnya adalah tekanan disaat mengajar kurang dari 5 member. Honestly, dari awal saya selalu mendambakan hal ini. Menurut saya, dengan mengajar dikelas kecil, kegiatan belajar mengajar menjadi lebih efektif dan hal ini juga memberikan kesempatan pada saya untuk bisa kenal dengan students personally. Namun, setelah saya mengalaminya sendiri, ada sedikit pressure yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.
Pressure yang pertama adalah materi cepat habis. Sedikit students berarti sedikit pula pertanyaan yang terlontar. Hal ini justru kadang mempercepat proses belajar mengajar. Sehingga materi yang sebelumnya terasa banyak jadi lebih cepat tersampaikan. Kemudian, tantangan yang kedua adalah bagaimana saya, sebagai seorang tutor, dapat menghidupkan suasana kelas yang cenderung sepi karena hanya diisi oleh beberapa gelintir orang saja. Sebenarnya ini bukan termasuk kewajiban saya sih.. cuma kadang saya berpikir “bagaimana bisa para member menyerap ilmu yang diberikan jika mereka sendiri merasa tidak nyaman dengan tempat dimana mereka menuntut ilmu?”.
Seiring dengan berjalannya waktu, semua tantangan tersebut tidak menjadi suatu halangan besar bagi saya. Justru, dari sini saya bisa belajar bagaimana caranya menghandle kelas besar dan kecil. Dan yang paling penting, baik besar maupun kecil, keduanya memiliki tantangan dan pressurenya sendiri-sendiri.











