Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah Kalimat yang tak boleh luput dari lontaran bibir. Aku bersyukur Ramadhan tahun ini, bisa menikmati sore dalam kebisingan jalan raya, bisa menikmati pemandangan yang tak biasa, melihat anak-anak manusia larut dalam pemburuan takjilnya. . Pemandangan yang mungkin sudah lazim bagi setiap kebanyakan insan tapi ada yang luput dari itu, aku mungkin masih kurang peka dengan kekuasaan Allah yang terkesan sepele. Iya, Allah masih menyayangiku dengan teramat, masih memberikan kesempatan bagi telinga dan mata untuk merasakan ini semua. . Betapa banyak insan sudah terlelap di peristirahatan, tapi kita masih terjaga. Iya, Allah sangat sayang memberikan kesempatan bagi dua indera ini untuk melaksanakan tugasnya. . Ah, betapa malunya aku di hadapan-Nya. Berapa banyak sudah kemaksiatan yang kulakoni menggunakan dua indera ini, catatan dua malaikat di sampingku kini mungkin menjulur-julur dosa yang telah dicatatnya. Hanya ada minus dan minus tanpa ada pertambahan atau perkalian pahala . Ya Rabbii, semoga aku bisa menebus hak-hak yang belum kutunaikan sebelum jasad ini berkalang tanah. Jika 20 hari di awal, mata dan telingaku ini masih belum bisa kufungsikan dengan baik atas seruan-Mu; maafkanlah diriku. Semoga 10 terakhir ini meski terseok-seok ruhku mengejarnya, semoga Engkau memberi jalan bagiku untuk mematut diri. . . 📝: Ara . Lintang, 18.19 #nulisyuk #ngabubuwrite #challengekbmo