Rindu, lagi.
saya merindukannya malam ini. meski ditengah kesibukan pekerjaan yang harus segera saya selesaikan, saya merindukannya malam ini. entah apa yang sebenarnya saya rindukan. selama ini ia tidak pernah benar-benar ada di sisi saya. ia hanya pernah seolah berada di sisi. lalu apa yang sebenarnya saya rindukan?
mungkin semangatnya yang ia tularkan melalui pesan teks singkat.
mungkin gurauan yang ia lontarkan saat saya mulai mengeluh lelah.
mungkin cerita kesehariannya yang terasa sebagai penyejuk kejenuhan saya akan pekerjaan.
atau mungkin yang saya rindukan adalah keberadaannya yang seolah ada di sini.
entah yang mana pun itu, saya merindukannya. saya ingin sekali menghubunginya, ingin sekali kembali bertukar cerita, berbagi tawa, dan membuat kebahagiaan singkat bersamanya. tapi saya tidak bisa. tidak lagi. jadi beginilah pada akhirnya, saya hanya bisa merindukannya. lagi dan lagi, terus-menerus, sampai akhirnya rindu itu terlalu usang untuk dirasakan dan ia pergi.









