Menemukan Saudara yang Hilang #3
Day 1
Bismillah...
Hari ini saya ingin menceritakan tentang pengalamanku di Desa Cibungur pada acara Gerakan Membangun Desa yang diadakan Karisma ITB.
Oh ya, sebelumnya, mengapa saya tulis judul ‘Menemukan Saudara yang Hilang #3′? karena, dari acara tersebut saya seperti menemukan keluarga yang tidak pernah ditemukan di tempat lain. Rasanya, baru beberapa hari kenalan tetapi rasanya seperti sudah akrab banget!
Pertama, kami persiapan di Masjid Salman ITB sekitar jam 7. Acara ini dihadiri oleh panitia dan juga pembina. Panitia terdiri dari siswa SMA yaitu, ada saya, Nada, Fathya, Jasmine, Iqbal, Sri, Rina, dan Syifa atau yang biasa dipanggil TP. Sedangkan untuk pembina, terdiri dari mahasiswa dari beberapa universitas dan institut. Lalu, kami briefing dan olahraga terlebih dahulu bersama Kang Faiq serta memeriksa keperluan untuk pergi ke desa. Setelah itu, kami keluar untuk foto-foto sebelum keberangkatan.
Kami pergi dengan menyewa angkot. Angkotnya sendiri ada 3, 1 angkot untuk adik karisma, 1 angkot untuk barang-barang kami, 1 lagi…… untuk apa ya lupa hehe. Barang bawaan saya sendiri terbilang banyak. Saya sendiri rasanya seperti orang yang paling riweuh saat itu, karena saya bawa 1 travel bag yang bisa dijadikan koper, 1 tas ransel, dan 1 tas jinjing.
Kami berencana tinggal di desa selama 5 hari 4 malam. Singkat cerita, tibalah kami di TBM (Taman Baca Masyarakat) yang dijadikan basecamp untuk kami. Disana, kami istirahat terlebih dahulu sebelum pembagian tempat tinggal di rumah warga dan menunjukan kartu untuk validisasi panitia dan pembina yang hadir. Sudah hadir juga anak-anak yang sudah menunggu kedatangan kami. Mereka masih malu-malu untuk bertemu kami, hingga akhirnya kami yang mengajak mereka terlebih dahulu untuk berkenalan.
Saat pembagian tempat tinggal, kami berdiskusi tentang teman serumah. Saya tinggal bersama Nada dan Teh Izza dan mendapat rumah yang satu atap dengan TBM. Bisa dibilang tinggal di basecamp, jadi tidak harus jalan jauh.
Setelah dzuhur, kami pergi ke SDN Cibungur untuk mempersiapkan pembukaan GMB (Gerakan Membangun Desa) yang nantinya akan mengundang anak-anak SD dan SMP serta tokoh masyarakat juga. Persiapannya kurang lebih 3 jam. Ada yang sedang mempersiapkan makanan dan air yang sudah disediakan, Jasmine yang sedang menggambar di papan tulis untuk pembukaan dan disana terdapat pula anak-anak yang sedang bermain bola dengan kakak Karisma.
Pembukaan dimulai setelah sholat ashar, pembukaan diadakan di salah satu kelas SDN Cibungur. Rangkaian acaranya itu sendiri ada sambutan dari Karisma ITB dan sambutan masyarakat di desa tersebut. Saat sambutan dari Ketua RW, Ketua RW mengatakan bahwa ia merasa sangat haru dan bangga bahwa ada remaja yang ingin membangun desa di daerah tersebut dan didukung dengan logo api yang mencirikan semangat membara para pemuda. *aaaah bapeer disitu jugaaa :’))))* . Pada penghujung acara, kami mengajak anak-anak untuk bernyanyi!
Kemudian, selesai pembukaan acara, kami pulang ke rumah masing-masing untuk persiapan sholat maghrib. Setelah itu, kami mengajak anak-anak pergi ke TBM untuk mendaftarkan diri mereka pada kegiatan esok hari. Kegiatan hari kedua nanti akan ada kelas untuk gambar, sains, puisi, da’i dan teater. Alhamdulillah, meskipun sedikit yang daftar kelas da’i, tidak menjadi penghalang untuk saya mengajar anak-anak untuk berdakwah. Setelah itu, ada kuis yang diadakan oleh Kang Aip untuk anak-anak. Hadiahnya yaitu, makanan. Mereka semangat banget padahal hadiahnya hanya makanan, tapi semangat mereka tak pernah luntur!
Kegiatan hari pertama ditutup dengan briefing tentang teknis acara keesokan harinya.
Bandung, 1 Februari 2017










