Arung Jeram
Beberapa bulan ini Saya sedang rajin traveling. Ya sekedar dalam kota, antar provisi ataupun luar pulau. Indonesia ternyata indah dan tak kalah dengan luar negeri. Bahkan mungkin lebih Indah negara tercinta ini. Minggu kemarin dengan beberapa teman kantor kami liburan rafting ke sungai Cicatih Sukabumi. Sebuah pengalaman seru yang akhirnya dapat kesempatan untuk mencobanya setelah beberapa bulan lalu gagal ikut rafting.
Perjalanan dimulai dari Kantor dengan menggunakan bus. Oh ya dalam kesempatan traveling kali ini kami menggunakan salah satu jasa agen travel Bandar Wisata. Sebuah agen travel yang sering digunakan teman saya saat jalan-jalan. Kalau Saya keseringan Backpacker aja jalan-jalannya. Berangkat dari kantor sekitar pukul 6 lebih 20 menit. Sedikit terlambat dari jadwal yang harusnya berangkat pukul setengah 6. Ya biasa lha kalau Indonesia pasti ada acara molornya. Sebuah pemakluman yang mungkin sebenarnya tidak pada tempatnya.
Berangkat ke arah Sukabumi dengan sebelumnya menjemput teman di Veteran. Perjalanan ke Sukabumi pun dimulai. Ya sedikit macet di tengah perjalanan. Namun, macetnya tak seperti arah yang ke puncak. Sampai tempat tujuan dengan selamat tepat sesuai perkiraan. Setelah makan siang dan sholat petualangan rafting pun dimulai. Kali ini tiap kapal hanya diisi paling banyak empat orang sebab sungai dalam keadaan surut. Jika saat tak surut bisa diisi oleh enam orang.
Kita akan mengarungi sekitar 12 KM yang terdiri dari 22 jeram. Setiap kapal dipandu oleh seorang pemandu yang memastikan kapal akan baik-baik saja selama perjalanan arung jeram ini. Terdapat beberapa perintah dalam arung jeram. Jika pemandu berteriak
“Kanan” maka artinya kita harus mengarah ke kanan.
“Kiri” maka artinya kita harus bergerak ke kiri.
‘Boom” maka artinya kita harus ditengah
“Maju” artinya mendayung maju
“Mundur” atinya kita harus bergerak mundur.
Dalam arung jeram ini ketika mau ikut permainan harus yakin dari awal. Sebab Apabila kita yakin akan ikut permainan ini maka kita harus mengikutinya sampai selesai. Tak ada kata mundur di tengah jalan. Cara permainanannya pun cukup mudah Ikuti semua perintahnya dan kita akan selamat sampai tujuan. Walaupun mungkin di tengah jalan ada insiden insiden terjatuh karena jeramnya begitu curam dan mungkin juga sebab disettting oleh pemandu sehingga kita jatuh ke sungai. Namun, itu lha seni dalam berarung jeram.
Tangerang, 5 September 2015
















