Seperti jumat siang biasanya, kulajukan sepeda motor kesayangan yang telah setia menemaniku menuntut ilmu sepanjang masa SMA, kuliah hingga sekarang. Aku mengarah ke sekolah menengah favorit di kabupatenku, tempatku menimba ilmu 6 tahun yang lalu untuk mengisi kajian keputrian di setiap jumat siang. Jarak jauh kutempuh, kulakukan ini demi kecintaanku pada dakwah Islam
“Oke adik-adik hari ini kita akan bahas sesuatu yang pasti kalian sukai temanya. Coba tebak apa…”
“Cintaaa” mereka menjawab dengan sahut menyahut, ada pula yang riuh sorak sorai di belakang
“Haha, iya kita akan bahas tentang cinta, tapi bukan sekadar cinta biasa yang akan mbak bahas siang ini”
“Hahaha, tentang cinta apa dong mbak?”
“Tentang Hakikat Cinta dalam Islam”
Aku berkisah tentang cinta sebagai fitrahnya manusia dan apa yang menyebabkan para pecinta masuk syurga atau neraka karenanya, tentang sejarah valentine dan alasan larangan bagi umat muslim untuk merayakan valentine, kemudian aku berikan contoh keteladanan Rasulullah dan para shahabat dalam membagi porsi cinta kepada Allah, Rasulullah, dakwah Islam, juga kecintaan pada hal duniawi termasuk cinta kepada lawan jenis. Semua terpaku dan sangat khusyu’ menyimak kisah favorit para pecinta di jalan Allah, tentang Cinta Ali-Fatimah dan romantisme cinta karena Allah milik Ummu Sulaim-Abu Thalhah.
Tak ketinggalan aku ceritakan pula kisah legendaris sepanjang sejarah mengenai bukti cinta seorang Thalhah bin Ubaidillah kepada Allah, Rasulullah dan risalah Islam yang dibawanya, yang mana kecintaan tersebut mampu membuatnya berjuang dan bertahan hingga titik darah penghabisan dikarenakan 70 tikaman anak panah di perang Uhud, karena saking cintanya kepada Allah & Rasulullah, rasa sakit tak lagi ia rasakan sebagai sakit, justru ia tersenyum bahagia karena syurga telah dijamin untuknya. Peristiwa heroik pembuktian cinta inilah yang menyebabkannya mendapatkan julukan sebagai “Sang mayat yang berjalan di muka bumi” karena dalam kondisi berkucuran darah namun masih mampu memapah Rasulullah menuju tempat yang lebih aman. Thalhah, sang pecinta sejati yang diberi posisi istimewa, menjadi salah satu dari 10 sahabat yang dijamin masuk syurga…
Seusai mengisi, bergerombol mereka menghampiriku di meja pembicara.
“Mbak, tadi kan mbak bilang, kalau lagi jatuh cinta, titipin aja cintanya sama Allah, dan kita fokus memperbaiki diri dan beraktivitas seperti biasa, cintanya jangan diumbar2. Sekarang aku mau tanya, apakah mbak sudah menemukan cinta atau masih mbak titipkan rasa cinta itu ke Allah?”
“Hehe, masih mbak titipin, pasti Allah hadirkan di waktu yang tepat nanti, dek” jawabku dengan senyum simetris kiri kanan :D
“Mbak, mulai minggu depan kita mau dong ngaji sering-sering sama mbak”
Jangan-jangan adeknya nanya gitu tadi mau menjodohkan mbak sama mas nya ya? *canndaaa
Tuh kaaan ngomongin tentang cinta dalam Islam membuatmu jatuh cinta sama keindahan Islam mengatur segala sesuatu bagi ummatnya. Aku bersaksi, Al Islamu ya'lu wa laa yu'la'alaih…