12.55
Jadi, sudah merasakan keresahan apa saja selama ini?
Langkah apa yang dilalui ketika merasakan keresahan?
Yaps! Ke-re-sa-han. Bahasa yang familiar adalah galau haha. Semua pasti pernah merasakannya. Ngga cuma tentang pasangan, keresahan meliputi banyak hal mulai dari karir, pendidikan, keuangan, masa depan, dan lain-lain. Banyak cara untuk melampiaskan keresahan, yang paling sering adalah update status disosial media. Kalau sering upload keresahan atau kegalauan tentang pasangan pasti sering tuh statusnya melow, sendu, atau kata-kata motivasi penguat hati. Ngga salah kok tapi yaa nanggung resiko aja kalau dapet julukan-julukan yang ngga enak dihati. Mmm jujur kalau lihat status atau insta story yang isinya melow, berbau bucin, dan sendu/sedih yakinlah bahwa orang tersebut akan jarang aku lihat update annya. Menurutku itu toxic, bikin males, bahkan penghancur mood wkwk. Eh tiap orang beda-beda yaa.
Keresahan ini ternyata suatu hal yang menarik. Perasaan yang penuh dengan tanda tanya, bingung, khawatir, cemas, takut salah, dan penuh dengan kehati-hatian dengan langkah yang akan diambil. Kalau udah klimaksnya niih bakalan jadi overthinking tak berkesudahan. Terkadang walaupun sudah melampiaskan keresahan jawaban dari keresahan itu tak kunjung ditemukan, jadii dapat disimpulkan update story disosial media tidak mengurangi keresahan yang sedang dirasakan. Tetapi setidaknya beban dihati sedikit berkurang dengan ‘berbagi’ disosial media.
Cara melampiaskan atau mengekspresikan keresahan setiap manusia ini menarik. Seorang komika bisa dengan lancar menyampaikan jokesnya ketika dia dapat mendalami keresahannya, seorang penulis lagu dan penyanyi dapat menyampaikan makna lagu ke pendengar dengan menyelami keresahan hatinya! Dari sini kita tahu bahwa keresahan ini dapat kita kemas menjadi sebuah karya. Keren! So, sudah kamu kemas seperti apa keresahanmu? Apakah masih sebatas overthinking diatas kasur tak berkesudahan atau menggalau disosial media? Atau mungkin melampiaskan keresahan dengan berbagi ke orang lain? Apapun itu sebenarnya keresahan ini tidak perlu terlalu dipikirkan. Let it flow aja gituu.. Yakin dan serahkan semua pada Allah. Klise tapi yaa itulah cara untuk mengurangi keresahan-keresahan tak berkesudahan manusia, menyerahkan segala urusan pada sang Pencipta.
Uraikan satu persatu segala keresahan yang ada, petakan dan rencanakan apa yang harus dilakukan, memohon ampun dan serahkan pada tuhan. InsyaAllah perlahan keresahan akan menemukan jawaban. Allah sudah menjamin.
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya...” -Al Baqarah : 286
Umar bin Khattab juga telah mengingatkan, “Apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku, dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku.” Sia-sialah kita apabila masih nge-galau masa depan tapi tak kunjung mempersiapkannya.
Yok! Bungkus keresahannya dengan karya yang bermanfaat :)














