merasa berkuasa atas sesuatu hal di dunia ini adalah salah satu bentuk kesombongan yang nyata, termasuk merasa berkuasa penuh atas diri sendiri.
bahwa semata-mata kita hanyalah milik Tuhan kita
seen from Canada
seen from United States
seen from United States
seen from South Korea
seen from Sweden
seen from Türkiye
seen from China
seen from Türkiye
seen from China
seen from Türkiye
seen from United States
seen from Italy

seen from United Kingdom
seen from Germany
seen from United States
seen from China
seen from China

seen from Malaysia

seen from Germany
seen from France
merasa berkuasa atas sesuatu hal di dunia ini adalah salah satu bentuk kesombongan yang nyata, termasuk merasa berkuasa penuh atas diri sendiri.
bahwa semata-mata kita hanyalah milik Tuhan kita
Hey, lihatlah kau telah sampai di ujung hari ini!
Masih ingat beberapa waktu lalu kau begitu khawatir tentang hari ini? Hari yang bagimu begitu menakutkan, begitu penuh dengan ketidakpastian? Nyatanya semua yg ada dalam kecemasanmu mampu kau lewati dengan baik-baik saja bukan?
Di sini kau berdiri, di ambang hari yang dulu kau pandang seperti jurang yang menganga.
Dulu, kau merayap di malam-malam sebelumnya, tubuhmu dingin oleh bisikan-bisikan yang menusuk tulang:
“Besok akan hancur. Besok akan menjadi akhir dari segala yang kau kenal.”
Kau membayangkan badai yang tak terelakkan, bayangan-bayangan panjang yang siap menelan langkahmu, setiap hembus napasmu terasa seperti hitungan mundur menuju kebinasaan.
Tapi lihatlah sekarang. Hari itu telah tiba, dan kau masih bernapas.
Bukan sebagai pemenang yang megah, tapi sebagai orang yang selamat, dengan luka kecil yang masih berdenyut, dengan keringat yang belum kering sepenuhnya.
Semua monster yang kau ciptakan di kepalamu, ternyata hanya kabut yang kau hembus sendiri.
Mereka lenyap begitu saja saat kau melangkah masuk ke dalamnya, bukan karena kau lebih kuat, tapi karena ketakutan itu selalu lebih besar di kejauhan daripada saat kau berdiri tepat di depannya.
Hari ini, yang dulu kau anggap neraka, hanya menjadi satu lagi halaman biasa dalam buku hidupmu.
Dan kau? Kau masih di sini, masih utuh, masih bisa tersenyum sinis melihat dirimu yang dulu gemetar.
Ironis, bukan?
Betapa seringnya kita membunuh diri sendiri dalam pikiran, sebelum dunia bahkan sempat menyentuh kita.
Sekarang tarik napas dalam-dalam. Rasakan betapa tajamnya kenyataan ini: kau telah melewati hari yang kau yakini takkan bisa kau lalui.
Dan itu, adalah pukulan paling menyakitkan sekaligus paling membebaskan yang bisa kau berikan pada dirimu yang dulu.
Ayo, katakan pada dirimu sendiri, bahwa :
Kamu memang hebat!
~ dan ketakutanmu lebih sering sebab kamu ciptakan sendiri
Sebuah Perbincangan Tentang Kekhawatiran
Beberapa hari yang lalu sempat berbincang via chatting WA dengan senior di kampus dulu. Setahun tinggal seatap dan kami pun cukup dekat. Saya tau liku-liku perjalanan kehidupan beliau yang terbilang tidak mudah. Berkali-kali ta'aruf tapi gagal dan hingga pada akhirnya Allaah takdirkan beliau menikah di usianya yang ke 27.
Waktu itu saya menanyakan perihal kekhawatiran wanita di usia menjelang 25. tentang teman hidup yang belum kunjung di temukan.
Banyak nasihat yang beliau utarakan. Dan saya ingin menulisnya disini. sebagai pengingat saat lupa. Barangkali juga bisa di ambil manfaatnya.
Sejatinya tulisan adalah pengingat terbaik bagi sang penulisnya. Iya kan ?
Beberapa hal yang harus diperhatikan pada masa penantian.
1. Jangan terlalu banyak ekspektasi
Ketika kita ingin menginginginkan seseorang menjadi pendamping, tentu saja kita boleh memberikan kriteria ideal.
Namun ada masanya ketika seharusnya tak usah banyak pakai logika. kadang yang terasa cocok pun belum tentu jodoh. Bukankah begitu ?
Jangan lupa bismillaah dan istiqarah. proses istiqarah pun panjang dan prosesnya nggak bisa di tentukan sama kita, manusia. tetapi di tentukan Allah. Pasrahkan hasilnya..
Bukankah didalam doa istiqoroh itu terkandung penghambaan yang paripurna ?
Berserah se pasrah-pasrahnya.
Tak mudah memang. Tapi bukankah setiap kebaikan itu harus melalui perjuangan. Hanya saja kadarnya yang berbeda. sesuai tingkatan kebaikan itu.
2. Perbaiki diri terus menerus.
Berusaha untuk mempelajari banyak hal, ilmu pranikah terutama.
Ketika kita sudah nikah akan terasa kurang atas ilmu yang sudah kita pelajari. Learning by doing begitu kata teman saya. Sebab permasalahan menuntut kedewasaan dalam penyelesaian. Jawabannya tidak absolut seperti 1+1 = 2. Tetapi sesuai dengan kapasitas ilmu kita dalam menyingkapinya.
jika masih single, banyakin belajar terkait hal-hal yang bisa menunjang posisi kamu nanti sebagai seorang ibu, istri dan juga lebih ngembangin potensi kamu untuk hidup di masyarakat.
Belajar terus menerus. Tak ada kata stop. sekolah boleh selesai, tapi belajar tak boleh pupus sampai tamatnya sekolah.
Belajarlah. apa saja, selama itu positif pelajari lah. Sebab, kita tak tau ilmu mana yang kelak akan berguna di kehidupan rumah tangga.
Yang pasti, kabarnya kehidupan rumah tangga itu kompleks dan membutuhkan berbagai macam ilmu untuk mengurai kekusutannya.
3. List apa-apa yang belum terselesaikan dari dalam dirimu.
Kamu harus selesai dulu dengan diri sendiri dulu.
Apakah ada dosa yang belum di taubati ? entah ke orang tua atau cita-cita ?
Apakah ada luka masa lalu yang belum terobati ? Apakah ada kesalahan masa lalu yang belum di maafkan atau termaafkan ?
Maka selesaikanlah itu semua. Agar hati lapang dan jiwa menjadi tenang.
Jika kita sudah selesai in syaa Allah akan mendatangkan jodoh itu.
4. Jodoh itu cerminan diri
cerminan diri menurut Allah, dari sudut pandang Allah. Bukan versi kita. dan kita nggk bisa justivikasi.
jangan terlalu mikirin siapa jodohku ?! yang terprnting siapkan diri. sama kayak menunggu mati. kita nggak tau kematian yang lebih dulu atau jodoh dulu yang dateng. dan keduanya harus dipersiapkan sematang mungkin.
Pikiran negatif itu harus di hilangkan. Percaya sama Allah. jangan banyak memikirkan hal-hal yang belum terjadi, nikmati saja yang sekarang ada di depan mata. Lakuin hal yang bikin kamu hepi. di syukuri dulu.
Begitulah hasil perbincangan singkat kami. Bahwa mempersiapkan kedatangan jodoh itu sama seperti mempersiapkan datangnya mati.
Lebih dari itu, sejatinya Allah telah menjamin rizki kita dan termasuk di dalamnya jodoh. Ikhtiar dan doa jangan terputus.
Alih-alih mempersiapkan kedatangan sang putri/ pangeran pujaan, persiapkanlah kedatangan kematian. sebab ia datang tanpa permisi.
kematian akan datang menyapa siapa saja setiap waktu sesuai dengan titah Tuhannya.
Maka persiapkanlah keduanya. Tetaplah berikhtiar dengan ikhtiar yang di ridhoi Allah. Berdoa dengan sebaik-baiknya doa. Perbanyak amaliyah dan membersihkan hati dari berbagai macam buruknya prasangka.
Begitu saja dulu. semoga kita dipertemukan dengan sebaik-baiknya teman hidup dan di matikan dengan sebaik-baiknya iman dalam dada.
Draft, September 2019 Post, Oktober 2019
"Kamu Lelaki, malas ke Masjid karena jauh ???"
"Coba periksa, sebenarnya Hati mu atau Masjidnya yang jauh ???"
Menunda pekerjaan sama dengan menabung penderitaan
anonim
well, marilah kita bergegas, sebab waktu akan terus melaju, sedangkan kamu? masa masih tetap begitu....
უცნაურ შეგრძნებათა ფართო ფეთქება.
მოშიშვლულ სივრცეს ამტვრევს წყვდიადი,
მუქი ფარდები იგლეჯენ სახეს.
გვერჩის გრძნობათა შეკრული ყუნწი..
იფრქვევა ტკივილთა ზღვა - ფრთიანობა.
მე ვერ გავუგე, მე ვერ გავუგე სამყაროს თქვენსას.
ჩემი ფერები მებრძვიან მკვეთრად.. გაჩუმდი... გაჩუმდი .. მარად და მარად.
Bagaimana Allah mau tolong, sedangkan kamu saja enggan menolong agama Allah? . . . #talktomyself #selfreminder #imnothing
Ketika kita dikelilingi orang-orang baik yang selalu mensupport kita, malu jika kita tidak berusaha keras untuk memberikan yang terbaik.