AKU HARAP CINTA ITU TAK LAGI MENYAKITIKU
Kadang aku bingung dengan bahasa cinta yang sedang mereka ungkapkan, tapi nyatanya tak bisa ku mengerti.
Aku bingung dengan kata cinta yang sedang mereka utarakan, tapi luka yang terasa sangat perih.
Aku bingung dengan kasih sayang yang sedang mereka beri, tapi seolah mendorongku ke frekuensi lebih jauh dari lingkaran mereka.
Aku bingung dengan pelukan yang mereka bilang akan menjadi tempatku paling nyaman, tapi nyatanya justru aku mengginggil kedinginan.
Aku bingung dengan korek yang mereka sediakan tapi nyatanya sumbu lilinku justru di potong agar padam.
Aku selalu ingin pulang karena bumi ini terlalu menghantamku tapi kenapa justru di sanalah kutemukan duri yang menusuk jantungku sangat dalam.
Mereka tak jahat, mereka sangat menyayangiku. Tapi, mungkin mereka belum mengerti caranya mencintai putri sulungnya ini. Mungkin, sampai detik ini mereka masih mencoba agar putri sulungnya ini menemukan tempat terbaiknya.
Dan aku, aku selalu berkali-kali berusaha keras memahami segala bentuk cinta dari mereka. Sayangnya, banyak sekali yang diutarakan dalam bentuk luka. Aku mengerti, cinta kadang dibungkus dengan luka.
Aku selalu berusaha menjadi indah untuk mereka karena aku tahu mereka sangat mencintaiku. Tapi, bagaimana caranya mengatakan bahwa ini menyakitiku?
Salah satu bentuk kasih yang paling sempurna dari mereka untukku adalah membiayaiku untuk terapi ke psikolog dan berobat ke psikiater. Namun, sayangnya luka itu justru dari mereka. Bagaimana bisa mereka memberikan fasilitas itu untuk putri sulung ini tapi luka itu masih ditusuk ke jantungku?
Aku tahu, aku sangat mengerti bahwa jika aku terlahir di keluarga lain mungkin aku sudah meninggal lama karena memerlukan banyak biaya perawatan hidupku. Tapi, bukankah lebih baik jika aku dibiarkan meninggal untuk damai daripada mempertahankanku namun menyakitiku dengan cinta mereka?