Come to mama 👩⚕️
seen from T1
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from China

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Kazakhstan
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Singapore

seen from Brazil
seen from China
seen from United States

seen from Australia

seen from United States
seen from Uruguay
seen from Netherlands
seen from China
Come to mama 👩⚕️
Things i want to do before co-ass #2 (Co-ass preparation)
1. Collect my SOOCA’s draft. One of my favorite lecturer, dr. Eva, said that it would be very beneficial since what we would learn in co-ass are being just like what we have learnt in Jatinangor. Ok, dear my SOOCA’s drafts, where are you? Come to mama... mama needs you..
2. Collect my OSCE’s draft, NOSTRA’s draft, and OSCE’s video Dr. Achadiyani said that in co-ass life, we would do all we had learnt in skill’s lab class. One thing we could do to survive in co-ass life is recalling all the basic skill we have learnt in skill’s lab class. Dr. Eva said that she was the best at doing nasogastric tube insertion when she was in surgery stase. She was even better than residence.
3. Learn what to learn from SKDI Dr. Difta from Puskesmas Puter said that knowing SKDI is very important for co-ass student, especially the one who in UKDI preparation since all the UKDI questions are based on SKDI. Basically, SKDI is very needed for every medical student from the very beginning of their life as medical student. I am the one who ignores SKDI in my medical student life, haha... so, learn SKDI for co-ass life is not too late, kan ya?
4. Clothes!! I rarely do shopping hahaha... Since i would become “young doctor”, i need new clothes. Not because my old clothes are not good, but because i need extra to protect myself from nosocomial infection. Dr. Insi said that she always change her clothes right after working in health care since she want to protect her family especially her child. You would never know what’s on your clothes until your child got sick. In my family, there is a rule that if we have visited hospital or funeral, we could not use the same clothes for the next day. Sounds so lebay? Noooo!! ****I also do it for fashion purpose, lol***
5. Other Personal Protection My senior from TMA (Tim Medis Asy-Syiffa) said that personal protection is number one in co-ass life. It includes nonsteril gloves, mask, and antiseptic gel. RSHS provides those equipments.... but.... what would we do if we are in an emergency situation and we are away from those personal protection? So, my senior (that i forgot his name) said that it is better to have personal protection in our pocket.
a great people (in person) may not always be the best partner (for you)
Another Stories from Geriatri
Cerita teman tentang observasi kegiatan poliklinik geriatri. Sebuah penggalan anamnesis antara dokter Peserta Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Penyakit Dalam (IPD)
D: Ibuk, apakah ada penurunan berat badan?
I: Ada dok.
D: Berapa banyak buk?
I: 2 gram dok.
D: Ibuk, ibuk itu manusia apa tepung?
Koas: ...
D: Ibuk, ibuk ada riwayat jatuh nggak?
I: Nggak dok.
D: Tapi kalau jatuh cinta pernah dong ya?
Koas: ...
Geriatri: Behind the Scene
Selama 2 minggu follow up pasien, apa sih kerjaan adek-adek koas geriatri? Check it out.
Setelah follow up, biasanya ciwi-ciwi pada hobbi banget ngumpul di nurse station. Ciwi-ciwi ini pada duduk rapi dengan bundelan rekam medis di depannya, siap melihat status perjalanan sakit pasien dan mencatatnya. Beberapa data penting juga di foto (#ups, nanti dihapus kog kalau udah selesai). Nah, biasanya nih, ciwi-ciwi rajin baru pulang dari gedung A jam 7-8 malam. Wow.
Nah, kerjaan ciwi-ciwi yang lain, yaa, tak lain dan tak bukan adalah ngobrol. Ini salah satu obrolan lucu ciwi ciwi geriatri.
N: Eh, btw, berati PPDS IPD itu kayak dunianya berkutat di gedung A ini terus ya? Dari pagi sampai malem adanya di sini terus, ga punya dunia lain.
A: Iya, bahkan pagi mereka datang paling telat buat ronde jam 06.30, pulang malem jam seginian.
At: Nggak juga kog, ada juga yang pulangnya sore. Tuh kemarin dr. D pulangnya sore, jam 4-5 an gitu.
N: Iya, abis liat dr. A sampe malam banget kemarin masih di sini.
At: Mungkin kalo dr. D ada yang nungguin di rumah (suaminya), kalo dr. A nggak ada yang nungguin, jadi ya udah deh.
N: Waduuuh, nggak ada yang nungguin di rumah banget nih. Hee, iya juga sih.
At: Nah, kalau boleh bilang, aku mau kog jadi yang nungguin.
N, A: .........................................
Geriatri: The End
Sore ini seusai ujian kasus dg dr penguji, saya sempatkan menengok pasien follow up saya di Lt. 8 Gedung A. "Ibuk, Alhamdulillah saya sudah selesai ujian", sapaku kepada istri pasien. Ibu dengan girang menyambutku "Alhamdulillah dok, gimana dok? Lancar?". Pasien yang saya temui tadi adalah pasien yang saya jadikan ujian kasus. Saya memang dekat dengan istri pasien, bahkan saya sempat sms minta restu ibu untuk ujian hari ini. Beberapa hari sebelumnya, saya bilang ke ibu kalau saya akan mengajukan kasus suaminya sebagai materi ujian saya.
Dan di sanalah saya mengucapkan kata perpisahan kepada bapak dan ibu. Sore itu, bapak akan pulang ke rumah dengan ambulans. Saya pun menyampaikan beberapa nasihat dan masukan dari dokter penguji kepada keluarga pasien. "Dok, besok-besok main ke rumah di Tebet ya?" "Ya buk, insya Allah", dalam hati saya memang berniat untuk menyambung silaturrahmi di lain hari.
Sungguh, perjalanan follow up pasien 2 minggu ini begitu bermakna. Terima kasih kepada bapak dan ibu yang telah memberikan saya banyak pelajaran hidup. Terima kasih untuk Allah, sumber kekuatan yang tiada habisnya.
Hari pertama FCP di tingkat IV-hari pertama pakai snelli
Stase Nanas-Geriatri. Can we call it Shinee Pinee? (actually, kurang Karina di foto ini. Lain kali ya Kar.)
Bismillah, semoga lancar setahun ke depan.