It's a good thing that with a single reblog, nothing ever disappears on tumblr
Your most embarrassing moment is on the escape the moment you hit post
seen from Romania
seen from United Kingdom

seen from France
seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from Türkiye
seen from China
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from China

seen from United States
seen from Germany
seen from United States
seen from France
seen from Spain

seen from Mexico
seen from Brazil
seen from United States
It's a good thing that with a single reblog, nothing ever disappears on tumblr
Your most embarrassing moment is on the escape the moment you hit post
Affirmation
I will purify my mind with the thought that God is guiding my every activity.
Be Secure in Your Innate Goodness - Do Your Best - Ignore What Others May Say Or Do Against You
One day you will be gone from this world. Some will cry for you, and some may say a few words against you. But remember that all the bad thoughts you have had, as well as your good ones, will go with you. So your important duty is to watch yourself, correct yourself, do you best. Ignore what others may say or do against you, so long as you are sincerely striving to do right. I try never to antagonize anyone, and within my heart I know I have done my utmost to be kind to all. But I care not about man’s opinion, whether praise or condemnation. God is with me, and I am with Him.
-Paramahansa Yogananda, How to Find a Way to Victory, p 20; Affirmation, Scientific Healing Affirmations p 54.
*It is inevitable that others will judge our thoughts and behaviors as we act on the stage of life. Yet, if we are anchored in the sincere desire to please God and do our best, we can enjoy the peace of our own clear conscience. The humble attitude of trying to improve day by day fills our life with meaning and accomplishment. Offering kindness to all regardless of their opinion toward us, is a fundamental spiritual practice. OmShanti, Annie
*Learn to Meditate through Home Study - Share this with your friends who might like to learn:
https://yogananda.org/lessons
“In order to abide in the love of God it is essential for anger and ‘hate’ to attain their maximum intensity but be directed against the sin that lives in me, against the evil active in me – in me, not in my brother.”
~St. Silouan the Athonite
We point a finger & correct others often but why is it so hard to correct ourselves? No one's perfect. Admit your faults & correct them.
Mufti Ismail Menk
(Via The Art of Orthodoxy)
Practicing Goodwill Toward Yourself
In the sense used by Immanuel Kant, goodwill is not self-praise, self-soothing, or “being nice to yourself.” It is the decision to treat your own life as something that must be governed by principles rather than impulses or avoidance. When applied inwardly, it means you hold yourself to rules that protect your functioning instead of rules that flatter your ego or punish you unnecessarily. Goodwill toward yourself in no way does it mean that you are nice to yourself. Instead it starts with some concrete things.
You refuse to lie to yourself about your motives.
You keep agreements you make with yourself, but only agreements that are realistic and necessary
You are open to citicism but withou self-attack.
You are not exposing your attention and energy constantly to environments that degrade your clarity
You treat your own mind and life as something worth governing carefully. You avoid habits that weaken your clarity.
You use your abilities rather than ignoring them.
You correct yourself without unnecessary self-hostility.
You maintain environments where your judgment can operate.
When those conditions are present, the sense of liking your own existence tends to appear automatically. Not because you tried to manufacture it, but because the system is working better.
Goodwill toward yourself often looks like quiet self-regulation rather than emotional self-admiration. According to Kant and Spinoza self-respect grows from how reliably you govern your actions, not from trying to feel good about yourself.
Game Hanyalah Hiburan Bukan Segalanya
Alkisah ada seorang anak bernama Ardi, ia merupakan juara kelas dan kebangaan sekolah. Namun di saat ditanya oleh orang tua dan gurunya soal cita citanya, ia hanya menjawab “Ingin menjadi pemain game yang professional”. Semua guru termasuk orang tuanya pun merasa heran dan terkejut, apa sebenarnya alasan Ardi mempunyai cita cita yang aneh tersebut. Ditanya lah si Ardi oleh orang tuanya. “Nak sebenarnya apa tujuan kamu mempunyai cita cita itu?” Tanya ibu Ardi. “Aku ingin menjadi pemain professional karena aku ingin bermain game terus bu.” Jawab Ardi. “Nak untuk apa kamu ingin mengerjakan hal tersebut, jika kamu bisa menjadi guru bimbel atau jadi pns. Gaji mereka bisa kamu rasakan kepada anak cucumu loh nak.” Ucap ibu kepada Ardi. Mendengar hal tersebut Ardi pun marah dan cemberut atas ucapan dari ibunya.
Keesokan harinya Ardi berangkat sekolah tanpa sarapan dan berpamitan kepada ibunya. Ibunya pun merasa bersalah atas hal yang dia ucap kepada anaknya. Sesampainya di sekolah banyak teman Ardi yang belum mengerjakan tugas rumah yang guru IPA mereka berikan, banyak teman Ardi yang meminta jawaban kepada Ardi, namun Ardi tidak memberikan jawabannya. Jam pelajaran IPA tiba semua anak mengumpulkan tugas rumahnya. Terkecuali ada yang tidak mengumpulkan, namanya Rendi. Dia adalah anak yang sering mendapatkan nilai kecil di kelasnya. Rendi dipanggil ke meja guru dan dipertanyakan mengapa ia tidak mengerjakan tugas rumahnya, Rendi hanya menjawab bahwa ia tidak mengerti apa yang bapak guru jelaskan. Lalu Pak Guru berkata kepada Ardi “ Ardi nak sini kemari.... kamu bisa tolong ajari Rendi apa saja hal mengenai materi yang kemarin?”. Dengan dirinya yang sombong Ardi berkata “ Maaf pak guru.... saya tidak biasa mengajar anak bodoh dari lahir.”. Mendengar hal tersebut Rendi pun memukul wajah Ardi sampai memar. Rendi dengan dirinya yang penuh amarah ingin memukuli Ardi sampai babak belur, namun hal tersebut dipatahkan oleh pak guru. Setelah hal tersebut Rendi dibawa ke ruangan BK dan Ardi masuk ruangan UKS untuk ditindaklanjuti luka dari pukulan Rendi. Setelah kejadian tersebut Ardi tidak berani untuk bertindak sombong kepada temannya yang lain.
Sesampainya di rumah Ardi, ia tidak melihat ibunya ada dimana. Tetangga sebelah rumah Ardi memberitahu kalau Ibu Ardi dirawat di rumah sakit karena ibunya terpleset di dapur ketika tetangganya berkunjung. Ardi yang panik tersebut mulai bertanya tanya dimana ibunya dirawat. Ardi diberitahu kalau rumah sakit nya tidak jauh dari rumahnya. Ardi pun bergegas untuk melihat ibunya yang sedang terkapar di rumah sakit. Sesampainya di sana Ardi melihat ibunya sedang di bius di bagian manapun, karena hal itu Ardi pun merasa bersalah atas hal yang dilakukan kepada ibunya pada pagi itu.
Disaat ibunya terbangun dari koma yang cukup panjang, Ardi pun meminta maaf atas apa yang ia lakukan pada hari itu. Lalu ibunya hanya berkata “ Nak kamu bisa jadi apa saja yang kamu suka.... Cuma ibu hanya mau dengar anak ibu menjadi karyawan atau manajer yang sukses.”. Ardi pun menjawab “iya bu” tangisnya sambil memeluk ibunya yang selama ini ia sakiti.
Setelah hari itu Ardi pun berubah pikiran, ia ingin menjadi guru di sekolah SMP di bidang IPA (Karena Ardi ahli di bidang IPA). Mimpinya untuk menjadi Guru IPA tidak tersampaikan, namun ia menjadi dokter di sebuah rumah sakit modern. Mendengar hal tersebut ibunya sangat bangga akan anaknya yang begitu hebat sampai menjadi dokter di rumah sakit yang cukup modern. Hal itu sangat membuat Ardi senang, namun Ardi baru ingat jika ia masih mempunyai dosa kepada Rendi. Ardi pun segera menghubungi Rendi, Rendi terdengar seperti sangat menyesal atas hal yang dilakukan olehnya hari itu. Dan Ardi mengajak Rendi temuan di sebuah restoran, mereka berdua tampak sangat bersedih atas hal yang mereka lakukan. Mereka berdua pun saling maaf maafan dan menjadi teman baik selamanya. Nah dari sini terbukti bahwa boleh saja memiliki cita cita tapi kita harus melihat apa saja kelebihan yang telah Tuhan berikan kepada kita.
Story by: Muhammad Radit Utomo