Kau luka sekaligus penyembuh
Aku tidak bisa mengingat betul berapa kali kau menyakitiku, membohongiku, mengkhianatiku.
Berapa kali juga aku kelelahan dan kualahan, amarah yang meledak-ledak atau tangisan yang terisak-isak sudah berapa kali aku tampakkan.
Beberapa kali aku berniat untuk menggantikan sosokmu, menggantikan luka yang kau toreh dengan sosok baru yang tidak membuatku menangis setiap harinya.
Tapi sayangnya, sayangku lebih besar dari lukaku, dari egoku. sesering mungkin aku mempercayai kata ingin berubah darimu.
Karena bagiku luka yang kau beri, hanya kau yang mampu mengobati, aku mempercayaimu kembali, namun kepercayaan atau bahkan kesempatan yang kuberi, kenapa kau rusak berkali-kali, lantas sekarang yang kufikir masih kah kau pantas mendapatkan kesempatan lagi, masih pantas kah kau kuberi muka, untukmu yang sering menaburkan luka.
Palembang, 07 Maret 2022















