Jangan berteman terlalu dekat
Terutama jika temanmu memiliki kebiasaan dan karakter yang sama denganmu.
Memang menyenangkan. Tapi kamu akan sulit berkembang karena kamu selalu merasa nyaman dan aman. Jarang belajar hal baru. Jarang mendapat tantangan.
Tidak akan ada tantangan karena yang selalu kamu lihat pertama kali adalah teman dekatmu. Padahal teman-temanmu juga berada di posisi yang sama denganmu. Di level yang sama. Di kondisi yang sama.
Kamu akan selalu merasa nyaman dan aman. Toh teman-temanmu juga baik-baik saja berada di posisi yang sama denganmu. "Dunia akan baik-baik saja. Aku masih punya teman."
Kamu jadi terbiasa memutuskan beberapa hal dengan mempertimbangkan keberlangsungan hubunganmu dengan temanmu. Bahkan mengenai masa depanmu sendiri.
"Jika aku mengambil program ini, nanti teman-temanku bagiamana ya. Pasti nanti tidak akan sama lagi. Aku fokus ke ini, mereka tertinggal. Fokus kita tidak bisa sama lagi. Dunia kita akan terpisah. Bagaimana ya jika aku mencoba itu. Pasti nanti semuanya bakalan berubah. Ya keadaan. Ya pandangan mereka padaku."
Kamu sering ragu mengambil keputusan. Kamu ingin maju tapi kamu takut sendirian. Takut apakah keputusan yang kamu ambil akan sukses. Jika sukses, apakah mereka akan baik-baik saja. Jika gagal apakah mereka mau menerimaku kembali.
Toh, ini dunia real. Mana ada teman yang murni bahagia saat temannya sukses sementara mereka tidak, dan teman yang mau murni membantu saat temannya terpuruk.
Tidakkah mereka akan berpikir. "Kemaren kau pergi sendirian. Ninggalin kita. Sekarang nemu jalan buntu, kembali ke kita lagi. Hei.. bukannya kita kemaren kau tinggal di belakang!"
Ingat. Ini dunia nyata. Mana ada pertemanan yang akan selalu berjalan bersama seirama. "Mari kita berjalan bersama-sama. Karena kita sahabat."
Dunia ini komplek. Setiap orang spesial. Punya latar belakang dan tujuan yang berbeda-beda.
Misalkan ada semacam kecocokan dan berbuah menjadi persahabatan, itu hanya sekedar kecocokan karakter. Komunikasi yang nyambung. Satu frekuensi. Pada saat itu.
Tapi jangan memaksa dunia kalian harus selalu menjadi satu. Harus punya satu jalan. Satu irama. Jika satu tidak bergerak. Yang lain juga tidak. Jika satu bergerak yang lain juga harus ikut. Semua harus berjuang bareng. Jalan bareng. Sukses bareng.
Jangan memaksa. Sekali lagi jangan memaksa.
Setiap orang punya ujian mereka masing-masing. Entah ujian latar belakang ekonomi atau keluarga. Entah ujian selama perjalanan. Setiap orang punya halangan mereka masing-masing. Setiap orang punya takdir pencapaian masing-masing.
Akan ada saatnya setiap orang sendirian. Menanggung keputusan dan usahanya sendiri. Setiap orang punya ujiannya masing-masing. Setiap orang perlu berkembang sesuai dengan kemampuannya masing-masing.
Jangan menghambat dirimu sendiri.
Jangan menghambat orang lain.
Jangan terlalu dekat, apalagi jika tidak suka perpisahan -yang pasti terjadi-
Toh, pada akhirnya setiap orang akan mendapatkan sahabat sejati.
Yaitu pasangan seumur hidup. Istri atau suamimu. Yang memang harus jalan bareng. Satu irama. Satu jalan. Satu tujuan.
Pasangan hidupmu memang ditakdirkan untuk menjadi tokoh pendampingmu
Sementara teman-temanmu tidak. Mereka akan menjadi tokoh utama di hidup mereka masing-masing.