Entah apa yang dimau aku bahkan tak mengerti jalan pikirnya,
Itu suatu kelangkaan bukan?
Terkadang aku bingung ini memang aku yang salah atau aku yang bego,
sesusah apapun kamu, pernah aku lepas begitu saja? Tentu tak pernah toh.
Seberapa butuh kamu pernah aku abaikan? Care yang selalu kuterapkan padamu bukan?
Tapi jujur aku tak pernah mengerti tentang ini semua, terkadang aku berfikir aku yang terlalu bego atau bodoh, aku menyadari hal ini namun aku tak pernah melepasmu, mengapa? Entah mengapa aku tak mengerti, padahal kamu pun tak pernah mau mengerti tentangku bukan? Tak pernah tau mauku bukan? Tak pernah mengerti segalanya? Untuk saat ini saja aku sedang sakit adakah kamu nanya? Justru kau buang muka dan acuh, dari sini aku selalu berfikir tak ada yang benar-benar mengerti mereka hanya datang ketika butuh, seketika dia bahagia sudah lupa segalanya termasuk aku.
Sakit rasanya tapi ya sudahlah balik lagi bahwa *perduli itu ngga semua dibales dengan keperdulian, tetap berbuat baik meski tak semua orang baik pada kita*
Terkadang rasa kecewa rasa amarah itu ada namun selalu kutuang dalam satu wadah seperti kopi susu yang kusedu kuaduk rata untuk menetralkan rasa yang ada.