Penghujung Tahun
Ketika ending datang menuju awal yang baru.
Saya orangnya yang terlalu cepat melupakan momen. Mudah untuk mengingat, tapi mudah juga untuk melupakan. Ketika penghujung tahun seperti ini, yang ada campur aduk. Sesal, sedih, senang, bangga, semua campur aduk. Kalau dilist, mungkin ini yang berkesan di tahun 2016 (tidak urut).
1. Berani mengakui hal (GAK) remeh Iya, selama bertahun-tahun ga mau laporan kalau ada yang salah sama badan, eksternal sih, jadi nganggep "ah sudahlah". Tapi lama-lama gerah juga, akhirnya memberanikan diri ke dokter. HAHAHAH Alhamdulillah, selamat tinggal gatal-gatal.
2. Berani mengundurkan diri Iya, demi memulai chapter baru, akhirnya mengucap "pak, saya resign ya" dan diizinkan. Meninggalkan zona nyaman yang abu-abu, sampai akhirnya ketemu zona nyaman berikutnya. Kemaren titip salam buat bapake, eh dibales peluk peluk katanya. HAHAHA jadi kangen #ngga
3. Berani mengambil keputusan Iya, cuman tampaknya keputusan yang gw ambil agak salah. Sedikit ada penyesalan, dan memang harusnya ikut hati kecil waktu itu. Tapi sudahlah, mungkin bentar lagi ada ending baru, sedikit plot twist. 2017 harus lebih gila lagi dengan memberanikan diri untuk membuat keputusan yang lebih besar. Bisa ga ya. Harusnya bisa. Muak juga. Kaya sekarang (17:12 WIB) tiba-tiba ada panggilan. Jadi hilang fokus. Yang gw harapkan bukan kerjaan seperti ini omong-omong.
4. Berani berbaur dengan adek-adek Iya, untuk nonton konser. 20 Agustus 2016, mungkin ini puncaknya di mana saya, berani mengaku untuk akan tetap menyenangi satu hobby. Kipasan. Alias fangirling. 2017, 2018, semoga tetap berlanjut. Karena salah satu alasan kenapa masih semangat ya karena aktivitas ini sih. Sweet distractor. Pelepas penat. Pelarian. Baik-baik ya dekadek. Saya invest banyak loh ke kalian. 2018 mau dikejar nih. Baik-baik ya. Jangan ada yang aneh-aneh, saya mau loat kalian secara langsung.
5. Berani melepas dan kehilangan Kehilangan kata yang kuat sih, mungkin lebih ke ikhlas melihat teman-teman terdekat melangkah lebih jauh. Ngeliat mereka semangat ngejar tujuannya, sampai akhirnya nanti akan ketemu mungkin tahun 2017, atau 2018. Semoga masih diijinkan ketemu ya. Masih banyak rencana dan mimpi-mimpi yang harus terlaksana. Sampai sekarang masih sedih sih, iri itu sifat yang mengakar ternyata. Tapi nggalah. Rasanya lebih ke bangga "gila, temen-temen gw tuh hebat-hebat ya!" semoga saya ketularan. Amiin. Tolong tularkan aku!
6. Berani memahami diri sendiri 24 itu angka yang berat. Kalau baca artikel yang beredar di internet, angka ini terkenal. Umur-umur krisis ketika diri harus paham "gue maunya apa". Sampai 2016 berakhir sih krisis 24 ga ikut berakhir, mungkin lebih parah karena tahun depan udah 25. Tapi ada kemungkinan juga, ketika 25 datang sikapnya lebih nrimo. Oh yaudah. Jadi lebih lempeng. Karena sekarang itu yang gw rasakan. "Oh yaudah" "Oh ya emang gini". Saya udah ngerti diri sendiri, semoga yang lain pun ngerti siapa saya. Huahahaha rada mimpi sih, outer terlalu tebal, jadilah innernya ketutupan. Sinilah dicari siapa yang bisa gali-gali lebih dalam, saya kasih award.
7. Berani keluar dari rutinitas dan jalan sendirian! Ini sih, salah satu momen puncak yang sempet kelupaan tapi berkesan. ke luar negri sendirian cuy!! Mulai dari naik damri sendiri pas berangkat, sampai naik bluebird sendiri pas pulang. Pesawat pulang pergi sendiri, kereta pulang pergi sendiri. Rasanya deg-degan nagih, jadinya selalu kepikiran untuk mengulang. Semoga terulang ya!! Jalan sendirian tuh memaksa untuk tetap fokus. Tapi jadinya ga ada momen untuk diabadikan. Hanya ada di ingatan. Tapi ga papa, ini permulaan yang baik.
Hanya 7 ternyata. Mungkin lebih banyak lagi, tapi tak terpikir. Alhamdulillah semua dalam keadaan sehat, ada sedikit drama, tapi penyelesaiannya pun udah ada. Oh sebenarnya juga, saya masih punya hutang. Hutang untuk ikut mengejar kalian-kalian yang pergi ninggalin Indonesia. Dari awal tahun lalu memang hanya wacana, dan gw pikir tahun depan sudah bisa ikut. Ternyata proses memulainya itu berat ya. 2017 bakal jadi tahun yang berat, gw rasa. Ah jadi sentimental. Ha.
Selamat tinggal. 2016 terlalu.. Random. Berlalu begitu saja, tapi juga meninggalkan bekas yang dalam. Cepet-cepet deh lo ganti, makasih ya.
Selamat datang 2017, please be nice. 2016 udah cukup f*cked up, jangan diperparah. Ku tak mengharap yang muluk-muluk, hanya bisa berdoa. Yang terbaik. Apapun itu. Mimpi-mimpi, yang sekarang udah jarang dimimpiin karena selalu ditampar realita, semoga jadi kenyataan.
Selesai











