Setengah jam yang lalu, sok-sok nulis di Tumblr lalu kepencet dan hilang. Sedih banget. Padahal udah mau selesai ceritanya, jadilah harus diulang. Gak papa.
Mulainya dari sini. Tentang circle pertemanan di SMA yang semua ternyata sudah nikah. Gw doang yang belum. Lalu sadar, dari dulu memang anomali, salah satunya ya ga keterima kuliah di PTN. Ini akan kubawa sampai tanah, pedihnya.
Lalu keterusan mikirnya, sampai ke "kenapa jalan orang-orang gampang banget sih sedangkan gw harus selalu nyasar dan balik arah?" Gatau Dit, gatau.
Jalan orang juga gw rasa ga lempeng-lempeng amat, jadi ga semuanya harus tahu kalo yang dilalui sulit. Karena pemikiran inilah, gw lagi-lagi bikin barrier agar gak kelihatan sama orang-orang dengan jalan lurus ini. Udah siap dapet ceramah "kita juga kesulitan kok".
Setelah itu muncul concern baru yaitu, gw takut hati yang udah dingin ini makin dingin (oho). Gara-gara pandemi. AH GA SERU PADAHAL YANG DITULIS SEBELUMNYA LEBIH DRAMATIS.
Hampir selesai ceritanya, karena akhir-akhir ini baru sadar (atau mungkin udah pernah sadar?) Maybe I had crush on cowo temen sendiri dulu. Kenapa baru sadar? Seminggu ini udah mimpiin orang yang sama dua kali. Kecampur sama mimpi bias sih lebih menyenangkaaaan.
Oh mimpinya teen and up tenang saja.
There I said it. Twice. Terus malu sendiri. Tapi harus lanjut. Ok.
Dulu mungkin ga terlalu dibawa pusing, karena memang punya sifat "lo kok bisa gw ngga?" "Kok lo yang disukai si A bukan gw?" Jelek banget sifatnya, memang. Lingkungan gw juga jelek sih, makanya kalo ada yang bilang "wah masa SMA paling menyenangkan ya!" Not for me LEL. Ditambah temenan sama kembang SMA, gw cuman kebagian cerita-cerita para kumbang yang mengagumi si bunga.
Kembali ke cerita si crush, gw ga mau nyebut crush juga sih karena ya gak ada perkembangan apa-apa? Ga ada usaha juga, cuman bisa cerita lewat sini. I don't know apa yang terjadi sama si mas crush ini, ya mungkin udah nikah juga.
Gw mau nyalahin obat pusing karena pusingnya ilang, yang muncul malah memori tidak enak.
Kenapa topik ini muncul, Dit? Awalnya sih karena baca ada yang mengutarakan pendapat "kalo mau ada hubungan romantic, memang idealnya dimulai sejak SMA atau kuliah sih karena di dua waktu itu lebih sering ada interaksi dan berada di lingkungan yang sama". Masa kuliah hopeless lah anjir mana ada cinta-cintaan. Karena itu jadi kepikiran SMA. HAHAHAHHAHAHA.
Ya dipikir" pas SMA ada beberapa sosok yang kalau chat via YM (YM NJIR UDAH GA ADA) bikin 설렘 (baca: heart fluttering). Tapi yaitu kenapa gw ga berani ambil inisiatif, they liked Bunga and told me directly. HAHAHHAHA sigh sedih. Bahkan ada yang terang-terangan bilang "lo lebih enak dijadiin temen dit" yha mundur perlahan.
Disinilah complex terbentuk, mungkin sekarang jauuhhh lebih membaik, tapi kesempatannya yang ga ada. Setiap hari terpapar berita tentang cowo zampah, gw jadi males berharap ada yang sesuai kriteria di luar sana.
Udah, gini aja. Mau nimbun di sini siapa tau bisa jadi buku tahun ini, resolusi umur 30. Bikin buku yang isinya essay terus ilustrasi. Temanya, ya gini. Ngeluh tentang jalan hidup yang kalau gak nyasar, ya gak keluar rumah makanya ga jalan kemana-mana.
Selamat malam, 끝.












