Karena ada banyak hal yang harus di-gapapa-in
seen from United States

seen from Italy

seen from Italy

seen from United States
seen from United States
seen from Russia
seen from China

seen from Malaysia
seen from T1
seen from United States

seen from Italy
seen from T1

seen from United States
seen from Türkiye

seen from Italy
seen from United States
seen from Canada
seen from Türkiye

seen from Malaysia
seen from Australia
Karena ada banyak hal yang harus di-gapapa-in
Ilmu Sebelum Amal
Hmmm, biasanya saya ga suka yang mainstream, tapi seringkali kebijaksanaan hidup datang dari hal-hal klise.
Pelajaran berharga yang 'saya pikir' saya sudah tahu sekali, familiar sekali, tapi implementasinya masih remedial, justru nasehat lama itu, “ilmu sebelum amal”.
Ceritanya, Ahad lalu adalah momen pertama saya (memberanikan diri) bekam. Untuk rekomendasi lokasi, sertifikasi terapis, dan hal-hal perintilan lainnya riset saya cukup detail. Tapi sayangnya justru melewatkan substansi, yaitu pengetahuan tentang bekam itu sendiri.
Long story short, saya selesai terapi sekitar pukul lima, lewat bahkan, hampir setengah senam sore. Setelah jahe hangat saya tandas, karena mau tutup juga, saya lekas bergegas. Destinasi saya selanjutnya adalah klinik gigi yang berjarak sekitar 18 menit dari lokasi bekam. Karena biasa motoran, jarak dengan waktu tempuh itu masih terhitung dekat bagi saya.
Karena rasanya super gerah, efek jahe juga sepertinya, saya malas-malasan pakai jaket dengan benar. Resleting saya biarkan terbuka supaya silir. Ga asik dong ketemu dokter dalam keadaan lepek.
Janji dengan dokter tunai, saya melanjutkan perjalanan pulang dengan motor selama kira-kira satu jam. Alhamdulillah ala kulli hal, malam itu juga, plus besok paginya, plus besok laginya, badan saya justru terasa remuk kayak habis dibanting, kepala saya seperti ditusuk-tusuk jarum. Sakit banget ga bohong, mau nangis.
Ternyata setelah konsul sama guru saya, beliau bilang ada hal-hal yang harus diperhatikan saat bekam, antara lain
..yang ternyata hampir saya langgar semua 😌
jangankan satu 6-7 jam, ga ada 10 menit saya udah motoran hampir setengah jam, di waktu menuju malam, ga rapet jaketan, jeda sekitar satu jam untuk periksa dan sholat maghrib lalu disambung motoran satu jam. Pelanggaran pertama.
Pelanggaran kedua. Ga lagi period sih, tapi menuju. Dan ini sepertinya tetap punya andil yang berpengaruh. Kalau tekanan darah sih alhamdulillah aman waktu diperiksa.
Ketiga. Masih jauh dari waktu yang disunnahkan.
Demikianlah. Semoga semangat menuntut ilmu kita Allah istiqomahkan, no angin-anginan club.
good morning.. . #dayswithmycamera #pagi #morning #dahgituaja https://www.instagram.com/p/CBCTN8oDTPo/?igshid=zzw7eel9tyq2
Gue suka cerita. Gue suka ditanya. Bermula dari kata tanya dasar "apa" gue bisa bertutur tentang secuplik episode seru atau sedih. Bisa jadi pendek, atau panjang; syarat dan ketentuan berlaku. Tapi "kenapa" agak beda, karena kata tanya satu ini menuntut semacam penjelasan, which is, buat orang kayak gue, kemungkinan transformasinya sangat besar. Bisa jadi anak sungai yang panjang, samudera yang luas, palung yang dalam, atau langit yang tinggi; (sok) unlimited. That's why I have my own terms and condition for facing this "why". Cerita-cerita gue gratis. Karena suka, ya, gue jarang pikir panjang, nih orang layak gue bagi ga, ya? Tapi sayangnya gue ga sesimpel itu. Sebagai introvert tulen, gue juga sering kelamaan mikir, ini enaknya diceritain kayak gimana ya. Wkwk, ribed ye? Khusus pertanyaan "kenapa", kalau ada yang dapet jawaban super panjang dari gue, itu berarti kalian...istimewa, karena gue mau repot-repot menjelaskan. Hee Tapi lagi-lagi karena gue ribed, itu ga selalu berlaku! Wkwk. Bisa aja saking spesialnya seseorang, gue justru bilang dengan sangat terang, "Duh, males gue ngetiknya." Atau, "Gue jawab kapan-kapan kalo mood, ya." Atau yang paling nyebelin (kayaknya), "Wkwk, sorry ya, tapi gue lagi males mikir." Ehe Jadi, jan baper dan mav lahir batin, y 🙏 Taqaballahu minna wa minkum 🤲 #dahgituaja #randomtalks #berkahberlimpah #lakukansajayangterbaik (di Jakarta, Indonesia) https://www.instagram.com/p/By74L32ho_h/?igshid=96apcsfu3aah
Saya dan adik sontak ngakak lihat ada yang runcing-runcing di depan sana. Apakah itu gunung? Atau pensil warna raksasa yang habis diraut? Ternyata gunung dong. “Berarti anak TK nga salah ya, gambar gunung lancip, itu buktinya, wkwkwk,” gelaknya–dan saya juga. Percakapan di motor berbulan-bulan lalu, dalam rangka menarik diri dari riuhnya masa daftar sidang skripsi. Lah, ngapain? Gini, pas natap ke depan kayak ngeblur gitu mau apa setelah pensiun organisasi? Dari entah kapan bilangnya mau garap lagi tapi kok ya jalan di tempat pun nga kelakoni. Lah, terus gimana? Ya itu makanya, melipir dulu ceritanya, mampir ke rest area buat ngisi lagi tangki motivasi, menghirup udara segar, lurusin kaki, then redesign 'you know what I mean'. Saat itu saya putuskan untuk nga ngisi ulang pulsa dan paket padahal dah habis. Tajuknya detoksifikasi medsos, tapi nga tahan juga baru tiga hari. Pulang dari salah satu upaya relaksasi, mampirlah nongski di belakang UI, nyari wifi. Nga disangka, jawaban yang dicari justru ada di sana. Tapi sebelum tiga hari itu, mundur dulu sedikit, ya, ke hari pertama. Setelah lama ngebujuk akhirnya mau juga adik saya nganter ke Gunung Batu, destinasi rest area yang saya pikir saya butuhkan; jauh dari keramaian, kemungkinan bertemu kenalan kecil, dan yang paling-paling: bisa lihat yang hijau-biru-luas. Cocok buat bengong-bengong tafakur. Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Kami sampai kesorean, kabutnya keburu turun duluan. Menimbang-nimbang estimasi naik + turun + sholat ashar dulu + leha-leha di atas, duh, keburu gelap. Kabutnya juga kelihatan beda, lebih mirip Nimbostratus. Kayaknya tadi nga ngeh ada penerang jalan, lampu motor mati pula, alhasil, ya, harus direla :") Secapek itu perjalanan cuma buat napakin kaki di parkiran dan ngetawain puncaknya yang lancip? Akhirnya pulang, dengan mata yang redup dan perpisahan yang ndramai. Berbulan-bulan kemudian, dengan takdir yang Allah pilihkan (cihuy dah wisuda!) saya kembali (: Segala luka dan kecewa tampaknya kan malu dan meniada; ketika kita insyafi bahwa Allah Yang Maha Mengatur tak pernah keliru, tak pernah aniaya. –@salimafillah #dahgituaja #berkahberlimpah #lakukansajayangterbaik (di Bogor, Indonesia) https://www.instagram.com/p/ByhR1FWBu0R/?igshid=1fo67ai60gygo
Recharged. . Temenan dari jaman masalah terpelik adalah mabal sekolah karena berbagai alasan. Alhamdulillah masih bisa kumpul even jutaan taun sekali dan buang sedikit beban masing2 dengan cara yang sama kaya dulu, bedanya naik level aja peliknya. (Mudah2an) tanpa ada yg merasa terhakimi. . MasyaAllah, punya sahabat itu emang salah satu rejeki yang harus disyukuri ya. Biarpun kelakuan, bahasa, pola pikir ga bisa tergambarkan dengan foto2 ini (palsu bgt emang ni foto ya 😂), biarpun bari sibuk dengan ngasuh barudaks, tapi wanita2 ini yang bikin gw ngerasa 'manusia'. . 8 perempuan setrong dengan battle masing-masing, inti hari ini adalah kesempurnaan hanya milik ibu kawa. #dahgituaja. Kusayang kalian❤ . #bucurreuni #masyaallahtabarakallah #bestfriends #girlswillbegirls #qualitytime #sobatpaud #sobatcenthyl yl (at Bellamie Boulangerie) https://www.instagram.com/p/BvW4X8WnzvL/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1nsk2x44mf2ol
Duduk di kursi dan di sembah seperti ini. Sungguh sebenarnya foto ini mengundang SARA. Terlebih netizen-netizen zaman now sukanya ngomong kasar. Tapi tetep deh, welcome to khayangan G.D (Ganda ya, bukan G-Dragon). Saya sebagai pemimpin khayangan G.D #dahgituaja #plak (at United Tractor Grand Ballroom)
😴😴😴😴 #dahgituaja #sekian (di Special Region of Yogyakarta)