"Sending a little wish your way: may something wonderful find you today!" 💫 A sprinkle of joy, just for you. 🌈 Tag someone and send this wish forward. 🧡 Comment “Yes” to receive it.

seen from Canada

seen from United States
seen from United States
seen from Albania

seen from United States

seen from United States

seen from Spain
seen from United States
seen from Spain

seen from Peru
seen from Canada

seen from United States

seen from United States

seen from Canada
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
"Sending a little wish your way: may something wonderful find you today!" 💫 A sprinkle of joy, just for you. 🌈 Tag someone and send this wish forward. 🧡 Comment “Yes” to receive it.
#DailyWish #MakeAmericaLoveAgain 🙏🙏🙏💕💞💕 #@DsEnlightenedEdits #OriginalPost #Love #Mahal #Amor #America #LoveOneAnother #Signs #Stickers #Sayings #StreetSigns #StreetArt #American #SpreadLove #Hearts #Puso #Corazon https://www.instagram.com/p/BqevyZJHH0h/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=71bm7851qo2w
"Selamat pagi, bangunlah sebagai siulan uap kesabaran dari ceret ibu, yang siap dituangkan pada cangkir kegigihan ayah. Hiruplah, dan buatlah keajaiban pada hidup yang semakin kering makna"
Just another mornin' pray, i wish u could be happy to start your brightful day
Kenapa harus (f) rasa? Honestly, sebetulnya aku membikin akun ini setelah benar-benar mengalami apa yang namanya 'sleepless night'. Betul, terjaga semalam suntuk karena entah kenapa hantu-hantu masa lalu mendadak nyata di dalam kepalaku. Aku benar-benar tidak tahu kenapa tiba-tiba membuat akun ini.
Jadi sesungguhnya tak ada otak-otak yang diperas dalam penciptaan coretan ini!
Lalu kenapa harus f dengan rasa? Jadi begini, menurutku dan lagi-lagi menurutku, apapun di dunia ini jika dihayati bersama rasa maka ia akan terasa hidup dan berbahagia. Misalnya saja sebuah huruf yang sejatinya tidak memiliki makna, jika kita mengucap dengan perasaan, dengan segenap penghayatan, maka ia akan terasa lebih mengena. Setidaknya huruf tadi akan memberikan kesan pada orang lain yang sengaja ataupun tidak mendengarkan kita.
Menulis dengan rasa, ialah salah satu ketakutanku terbesar akhir-akhir ini. Sebelumnya, aku menjadi jarang menulis. Entah kenapa tulisan-tulisanku serasa kering dan kehilangan separuh nyawanya. Seperti kulit pohon mahoni di penghujung bulan Juli, kaku dan meranggas. Aku mencoba berdiam sejenak, menghentikan kegiatan ngata-ngatain semenjak pikiran. Sampai aku menemukan diriku sendiri sedang duduk di salah satu pojok kepala, sendiri dan terasingkan.
Aku mencoba berdiam sejenak, menghentikan kegiatan 'ngata-ngatain' semenjak pikiran
Alhasil, aku serasa kembali menemukan aku yang kekanakan. Yang berusaha menuliskan satu kalimat kecil sekuat tenaga, tapi berhasil dengan kejujuran khas kanak-kanak. Dan aku serasa lapang, bukankah tujuan Tuan mencipta adalah untuk berbahagia? Apapun hasilnya?
Jadi sebenarnya tidak ada yang perlu dibuat seksama di coretanku ini, tapi aku mencoba menulisnya dengan bahagia, semoga berkenan!
If were written in reverse And the end was our beginning Our love would be rehearsed And the pain will turn to healing Would you find a way to say it And maybe we could make it
Daily Wish: To have an anonymous angel or "admirer"
i'm dreaming with this one. lol