Masalah Utama Pengikut Kristus
Saya ingin menceritakan salah satu pengalaman terbaik dalam hidup saya, yang memberikan gambar diri, identitas, dan cara pikir baru. Gambar diri dan identitas ini merupakan hal terbaik dalam konteks ‘jati diri’.
Langsung saja ke poin utamanya, ini adalah salah satu hal mendasar yang menjadi masalah paling utama bagi para pengikut Kristus. Saya akan berikan contoh yang sangat dekat dengan kita semua. Mungkin kamu pernah berpikir seperti ini,
“Ah, gua terlalu berdosa di hadapan Tuhan. Gua udah banyak bikin salah sama Tuhan.”
“Tapi janji, hari ini gua bakal berusaha keras untuk nggak berbohong!”
“Gua harus hidup benar seminggu ini, biar Tuhan seneng sama hidup gua.”
Pernah mendengar atau bahkan mengatakan hal-hal seperti itu?
Sekilas terlihat bagus untuk sebuah doa atau keinginan agar tidak berbuat dosa. Semua orang memang harus melakukan hal itu. Tapi tahu apa yang salah dari pernyataan, usaha, dan doa-doa diatas?
KESADARAN,
Keinginan di atas menggambarkan seseorang yang sedang berusaha agar tidak berdosa, tidak melakukan kesalahan, agar hidupnya diterima oleh Tuhan. Sangat bagus bukan?
Tapi sayangnya, sebagai orang yang sudah dimenangkan dan ditebus oleh Yesus, kita harusnya tidak lagi berusaha untuk keluar dari dosa.
Bingung? Kok kita nggak perlu keluar dari dosa? Apa kita harus tinggal dan hidup di dalam dosa?
Perhatikan.
Firman mengatakan bahwa Yesus sudah mati menebus dan menyelamatkan manusia dari dosa. Itu berarti manusia sudah BEBAS dari dosa. Kita tidak perlu lagi melakukan korban bakaran sebagai bentuk persembahan untuk penebusan atas dosa yang kita perbuat, karena Yesus sudah melakukannya bagi kita sekali dan untuk selamanya.
Banyak orang tidak sadar bahwa ia sudah DIMENANGKAN dari dosa. Mereka masih berusaha untuk keluar dari dosa atau kebiasaan buruk yang dimiliki. Hal ini menyebabkan pengorbanan Yesus terlihat ‘sia-sia’.
Mengapa demikian?
Karena kita berusaha untuk membayar dosa kita sendiri, padahal Yesus sudah melakukannya untuk kita.
“Buat apa kita bergumul untuk keluar dari dosa, sedangkan kita sudah dimenangkan dari dosa dalam nama Yesus?”
Mereka yang tidak sadar bahwa dirinya sudah menang dari dosa, sedang bertempur untuk kedua kalinya. Membuang-buang waktu yang seharusnya dapat digunakan untuk melayani Tuhan. Sia-sia bukan ?
Kelihatannya benar, berusaha untuk hidup tidak berdosa. Tapi tujuan dan dasarnya yang kurang tepat.
Tujuan yang seharusnya adalah,
“Aku tahu, aku sudah dimenangkan dari dosa oleh Yesus, aku adalah anak Tuhan. Berarti aku adalah anak terang, aku tidak boleh hidup di dalam dosa.”
Lihat perbedannya?
Pernyataan yang kita lihat pada awal pembicaraan ini, adalah doa orang-orang yang berusaha hidup tidak berdosa agar mereka diterima oleh Tuhan. Sedangkan yang kedua, adalah pernyataan orang-orang yang sadar bahwa mereka sudah bebas dari dosa oleh karena Yesus. Sehingga mereka tidak ingin berbuat dosa lagi.
Ingat, Efesus 2:8 mengatakan,
Sebab karena kasih karuniakamu diselamatkan oleh iman ; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
Apapun yang kita lakukan tidak mengubah sedikitpun makna pengorbanan Yesus. Jangan berusaha berbuat baik agar hidupmu diterima oleh Tuhan. Tetapi hiduplah benar karena kamu sudah dibenarkan dalam nama Yesus. Keselamatan dan pengampunan yang kita dapatkan berasal dari kasih karunia Allah bagi manusia. Jadi jangan sia-siakan pengorbananNya dengan bergumul dengan dosa untuk yang kedua kalinya!











