BPN | 230117 Dapat pelajaran baru hari ini dari kawan-kawan yang super dooper ini... Salam Literasi #days23 #january #2018 #bppn #yolo
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from Ukraine
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Netherlands
seen from China

seen from Belgium
seen from China

seen from Lebanon

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Belgium

seen from United States
seen from Hong Kong SAR China

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Belgium
seen from China
BPN | 230117 Dapat pelajaran baru hari ini dari kawan-kawan yang super dooper ini... Salam Literasi #days23 #january #2018 #bppn #yolo
Thème d'hier "juteux" #inktober #intober2017 #thefrenchinktober #thefrenchinktober2017 #days23 #rondeetjolie #juteux
Reminiscent (Part 2)
.....tetaplah fokus pada tujuan semula, mencoba mencari jalan untuk menemukan solusi dari permasalahanku saat ini. Mungkin ini salah satunya......
Kamis, pkl.13.00
Ponselku terus berdering, banyak sekali pesan sekali pesan singkat yang masuk. Lebih dari tiga pesan masuk dari L-A-L-A. Orang ini selalu memastikan aku datang tepat waktu, karena kalau aku telat dia tidak diperbolehkan mengikuti praktikum, dan hal yang paling buruk dia tidak akan mendapatkan nilai praktikum apapun. Lama-lama orang ini menjadi menyebalkan. Siang itu aku lagi enak-enaknya makan siang bareng teman-temanku lainnya. Dia terus membuatku frustasi untuk berlama-lama mengobrol santai dengan teman-temanku dan segera beranjak menemuinya. Setelah dengan perjuang untuk tepat waktu untuk sampai di gedung perkuliahannya, kegiatan praktikum itupun tidak segera dimulai dan si Lala itu tidak juga muncul. Aku duduk di sebuah tempat duduk depan lift lantai empat sesuai dengan tempat perjanjian kita. Sebelumnya aku belum pernah bertemu ataupun kenal dengan Lala ini. Sehingga untuk bertemu, kami saling mengirim pesan singkat tentang ciri-ciri pakaian yang aku kenakan dan posisi dudukku saat itu. Sambil menunggunya, aku membaca buku non-fiksi yang mengangkat tentang fenomena sosial yang ada di sekitar kita. Memang aku sangat tertarik dengan bahasan sosial, mungkin selama ini aku salah jurusan dengan memasuki jurusan teknik, tapi apa mau dikata apa aku harus kembali dan mengulang, padahal aku sudah menghabiskan banyak waktu dan uang untuk belajar di jurursan teknik ini. Karena asyiknya membaca, aku tak menyadari kehadiran seorang perempuan yang ada di depanku, kemudian dia memperkenalkan diri. “Namaku Lala” sambil menjulurkan tangannya. Dari segi penampilan dia sangat sederhana atau lebih tepatnya tidak se-stylish yang kubayangkan sebagai anak jurusan sosial. Dia juga tidak terlalu cantik dibandingkan dengan beberapa mahasiswi lain yang ber-seliweran di sekitarku untuk beberapa menit tadi. Hanya saja saat aku melihatnya, seakan waktu berhenti untuk beberapa detik dan aku menatapnya tanpa berkedip. Awalnya aku kecewa bahwa dia tidak secantik yang kukira, tapi cukup terobati dengan sikapnya yang polos dan sangat ramah kepada orang. Aku jadi teringat kata-kata Rara:
“Kak, jangan tertipu sama kecantikan wanita. Semua itu topeng. Mungkin saja yang kakak kira itu buruk, tetapi dialah wanita yang cantik sesungguhnya. Dia cantik dengan kesederhanaannya dan kebaikan hatinya”.
Entah dari mana anak sekecil itu bisa mendapatkan kalimat yang sangat bijaksana.
Kemudian Lala mengajakku berbincang-bincang dan sesekali meninggalkanku untuk berbicara dengan temannya yang lain. Saat dia bertanya tentang SMA-ku yang dulu, dia mengenalkanku kepada salah seorang temannya yang juga satu SMA denganku, tapi juniorku. Lebih tepatnya secara angkatan kuliah, baik Lala ataupun temannya ini adalah juniorku satu tingkat di bawahku. “Perkenalkan ini, Renata. Renata ini mas Risky, satu SMA denganmu.” kemudia kami berbincang-bincang. Sungguh menakjubkan. Renata layaknya bidadari yang turun dari surga. Parasnya begitu cantik, kulitnya putih, apalagi kalau tersenyum dia terlihat begitu menawan. Lala pun pergi meninggalkan kami berdua untuk berbincang-bincang.
Itulah pertemuanku dengan dua orang bersahabat yang akan menjadi sebuah cerita tersendiri dalam hidupku.
---------------------O--------------------
“Riskiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii. Banguuuuuuuuuuuuuuuuuunnnnnnnnnn”
Seperti itulah teriakan mama tiap pagi yang sudah menjadi biasa. Aku memang paling susah buat bangun pagi. Entah mengapa pada malam hari mata ini susah sekali untuk terpejam dan saat pagi hari susah sekali untuk terbuka. Sayangnya, saat pagi hari, bukan mama yang berhasil membangunkanku, tetapi Rara. Ada-ada saja caranya dia memabngunkanku, mulai menggoda dengan aroma makanan kesukaanku, memainkan games di sebelahku, ataupun mencorat-coret wajahku dengan lipstick kak Galdys yang sontak membuat kak Galdys marah besar karena lipstick-nya menjadi rusak dan memukuliku hingga aku terbangun. Untuk urusan ini, Rara memang jenius. Rara paling suka mengajakku jogging di pagi hari. Aku sangat terkesan padanya, seorang gadis kecil yang sangat optimis dalam hidupnya. Sejak kecil dia menderita lemah jantung dan dia sering sekali dirawat di rumah sakit karena sakitnya ini. Dia anak yang pintar dan baik hati, tapi tak begitu sehat. Dia tidak bisa bermain kemanapun sesuka hatinya. Mama selalu melarangnya beraktivitas yang berat, salah satunya mendaki. Dia suka sekali memandangi foto-foto pendakianku saat aku tak di rumah dan segera berlari meninggalkan kamarku saat dia mendengarkan motorku tiba di rumah. Dia selalu ingin pergi denganku tapi aku malas mengajaknya, karena akan menyusahkan saja. Jawaban seperti itu mempan mebuatnya menangis kecil.
Pagi itu mama dan papa tak ada di rumah. Rara memberikanku selembar kertas yang berisi pesan dari mama papa, yang intinya mereka pergi ke luar kota selama seminggu dan menitipkan adik-adik kepadaku. Lalu apa guna kak Galdys sebagai kakak tertua?! Oiya, aku lupa kak Galdys sedang mengiikuti touring kerja bersama teman-teman kerjanya. Alhasil aku tinggal berlima dengan Angga, Rara, Bi Surti (pembantu di rumah kami) dan Pak Warto (supir di rumah kami). Oke, selama seminggu aku tidak bisa main kemanapun. Rara yang baik hati, pagi itu sudah menyiapkan roti sebagai sarapan. Sedangkan Angga sudah pergi ke kampus untuk meneliti serangga barunya. Heran banget deh, kenapa Rara baik banget ya pagi ini. Eh ternyata dia libur sekolah dan memintaku mengijinkannya ikut denganku. Tiada pilihan lain selain mengiyakan kemauannya.
Nampaknya Rara sangat bergembira bisa pergi ke kampusku. Maklumlah dia masih kecil dan belum pernah tahu apa itu kampus. Mungkin kalau dia tahu kampus itu apa mungkin dia akan mengurungkan niatnya untuk menjadi mahasiswa, apalagi seperti aku mahasiswa tingkat akhir yang terus dihantui dosen. Tapi apa aku harus membawa Rara ke kampus juga ya. Aku kan jadi malu membawa anak kecil ke kampus. Tapi kalau dilihat-lihat Rara tidak terlalu nampak seperti anak kecil, dia tinggi dan jauh lebih dewasa dari anak seumurannya. Yang membuatku geli, Rara berdandan layaknya anak kuliahan. Baiklah aku akan membawa serta dirinya ke kampus bersamaku.
Masih ingat dengan Lala kan. Hari ini dia menghubungiku karena ingin menyampaikan hasil tes psikologiku. Tepat sekali, aku bisa menitipkan pada Rara pada Lala. Tapi apa Lala mau ya. Hehehehe. Setibanya di kampus, teman-temanku langsung menyorakiku. Mereka kira Rara ini pacar baruku, setelah sekian menjomblo dan dicampakkan Angel, mantanku semasa SMA. Tiada yang percaya dengan Rara sebagai adikku dan mengataiku dengan istilah “pedofil”. Tentunya aku tahu teman-temanku hanya bercanda. Di sisi lain, Rara justru menanggapi sorakan temanku itu dengan bercanda dan seolah-olah memposisikan diri seperti pacarku. Seketika pula satu ruangan menjadi tertawa dibuatnya. Hal hebat lagi yang kukagumi dari adikku ini, mudah sekali bergaul dengan orang lain.
Tepat pukul 14.00 waktunya aku bertemu dengan Lala. Awalnya aku ingin menitipkan Rara pada teman-temanku, tapi mengingat teman-temanku cukup buas terhadap wanita, bisa-bisa adikku ini pulang menangis digangguin. Yah, Rara kuajak menemui Lala di depan perpustakaan. Sebenarnya aku tak ingin didengarkan oleh Rara apa yang sedang kuperbincangkan dengan Lala, tapi bagaimana caranya. Sudahlah dipikir sambil jalan aja. Lala cukup lama menungguku di sana. Aku jadi tak enak hati kepada Lala, karena harus muter-muter dulu menuruti kemauan Rara mencari es krim favoritnya. Kukenalkan Rara kepada Lala. Tak kusangka Lala dapat cepat membaur dengan Rara dan mengerti kondisiku. Dengan bantuan Lala, aku dapat berkonsultasi dengannya tanpa ada gangguan dari Rara. Caranya unik. Yaitu membiarkan Rara bermain games di laptop dengan kenalan Lala yang tidak sengaja bertemu di perpustakaan. Aku pun merasa lega untuk beberapa waktu berkonsentrasi mendengarkan penjelasan Lala. Selama Lala menjelaskan hasil tesnya, aku sangat kagum dengan bahasa penyampaiannya yang sangat tertata dan mengena. Dia berusaha profesional dan menjelaskan seobjektif mungkin. Dengan bahasa-bahasa yang baik nampak bahwa dia orang yang pintar. Aku pun sharing dengannya tentang kehidupan perkuliahanku yang benar-benar membosankan. Jawaban yang diberikannya sangatlah mengena, tidak menghakimi, tetapi sangat menginspirasi. Seketika aku sangat mengaguminya dalam menganalisa masalah dan kecerdasannya dalam menilai suatu hal. Ditambah lagi dia memiliki empati yang baik, saat aku menyampaikan keluh kesahku. Aku semakin ingin terus berbagi dengannya, bertukar pikiran tentang dunia sosial. Nampaknya dia memiliki wawasan yang luas tentang dunia sosial dan sangat terbuka untuk sebuah diskusi. Perbincangan kami pun berlanjut pada dunia maya. Kami sering berbincang-bincang melalui media sosial. Tidak hanya aku, sejak pertemuan itu Rara merasa tertarik dengan kepandaian Lala. Rara pun sering menghubungi Lala tanpa sepengetahuanku.
inktober 23 : SLOW
Udah pernah nonton film The Theory of Everything belum? . Yappp film ini diangkat dari kisah nyata yang terinspirasi dari seorang fisikawan terkenal, Stephen Hawking. Dia terkena sebuah penyakit yang menyerang saraf motoriknya sehingga mengalami kesulitan untuk bergerak, bahkan bicara. Di tengah kondisinya yang terbatas dengan otaknya yang masih bekerja, SH menggebrak dunia science dengan bukunya “a brief history of time”.
Baru-baru ini, sebagaimana yang telah gw bagikan linknya di atas, SH kembali membuat sebuah gebrakan. Komentarnya terkait hengkangnya zayn dari oneD membuat banyak pihak, tidak saja kalangan fiskawan tapi juga penggemar oneD bertanya-tanya. Menurut Hawking, “Ini merupakan sesuatu di luar kemungkinan bahwa di satu tempat di luar jagad raya terdapat jagad raya lain dan di tempat itu, Zayn masih berada di One Direction”. Hawking memperkirakan ada beberapa jagat raya di dunia ini, benarkah hal itu?.
Sebagian orang pasti mengira Hawking sudah kehilangan akal sehatnya, tapi apa realitanya tentu harus ada bukti dulu, karena begitulah kerja ilmu pengetahuan alam, terbukti maka itu pastilah kebenaran. Yang menarik dari film ini dan Hawking juga fisikawan adalah, dari penelitiannya yang terus menerus dilakukan untuk membuktikan teorinya benar atau tidak, dalam proses itulah Hawking yang tadinya tak percaya agama dan Tuhan itu ada menjadi mengakui bahwa alam semesta ini diciptakan, dan Tuhanlah penciptanya. Tak jarang memang seorang ilmuan dianggap gila karena temuannya yang dianggap aneh oleh kebanyakan awam, mempertentangkan keberadaan pencipta? Mungkin hal yang biasa oleh mereka.
Fruits in my happy tummy #happy #365happydays #days23 #foodgasm #fruits #foodporn #foods #vsco #vscocam #vscoasia
超可爱#社会摇 #baby #shawn #showtime #cutie #100daysofhappiness #days23 #超可爱 #dacingking of #future