Habis Ini, Mau Ngambil Spesialis Apa?
Kayaknya pertanyaan ini wajib banget ditanyain ke mahasiswa kedokteran. Udah kayak pertanyaan “Kapan mau nikah?” bagi mereka yang umurnya 25 tahun-an. Padahal nggak semua orang pilihannya berujung pada menikah. Padahal nggak semua orang juga harus nikah.
Mungkin ada beberapa hal yang jadi penyebab sebagian besar orang menanyakan pertanyaan ini. Bisa jadi karena mereka nggak tau bahwa prospek karir mahasiswa kedokteran itu ternyata luas banget, jadi spesialis, lanjut S2, dokter militer, dokterpreneur, akademisi atau kalau mau sampai dokter umum juga boleh, mau kombinasi beberapa pilihan juga bisa. Karena mereka nggak tau, semua dioversimplifikasi bahwa habis dokter umum harus lanjut ambil spesialis. Kedua, bisa jadi karena mereka nggak tau kalau cakupan kesehatan itu bukan cuman aspek kuratif. Ternyata masih ada aspek promotif dan preventif yang proporsi peranannya sebagian besar dipegang oleh para non-spesialis. Ketiga, mungkin mereka yang bertanya punya ekspektasi ke kita buat jadi spesialis. Tapi, masa sih harus ngikutin ekspektasi orang sedangkan kitanya nggak enjoy buat menjalaninya. Keempat dan yang paling utama, karena memang mayoritas lulusan dokter memilih melanjutkan ke jenjang spesialisasi. Semua penyebab di atas memang terpaut satu sama lain dan yaa membuat pertanyaan “Habis ini, mau ngambil spesialis apa?” dinormalisasi untuk mahasiswa kedokteran.
Salah sih enggak, cuman capek aja setiap mau ngejawab “Mmm, kayaknya aku nggak ngambil spesialis deh, aku lebih tertarik buat lanjut S2.” dan biasanya nggak berhenti sampai disitu, tapi dilanjut dengan pertanyaan “Kenapa S2? Kenapa nggak ngambil spesialis aja?”. Katanya cuman nanya, tapi kok kesannya kayak maksa ya.
Simpulannya, next time kalau ketemu sama anak kedokteran dan mau basa-basi, pertanyaannya diganti aja jadi “Habis lulus, mau ngapain?”. Kan lebih enak dijawab dan lebih luas juga kemungkinan jawabannya.
Karena nggak semua dokter harus jadi spesialis. Kayak yang dibilang Bu Anggi waktu webinar Intelektual Muda Salman kemarin, “Karena nggak semua orang harus ambil S3”.









