Dependence on God
Saya punya dua penyakit kumat-kumatan yang tidak pernah bisa hilang. Migrain dan gastritis. Saya sudah terkena gastritis sejak masih SD, sementara migrain menyusul sejak saya SMP.
Dulu, saya tidak pernah memperhatikan pola kambuhnya gastritis saya, apalagi migrain. Yang saya tahu, kadang gastritis hanya kambuh ketika saya, sengaja atau tidak sengaja, terlambat makan. Many years ago, saya memang tidak begitu memedulikan kesehatan diri saya karena berbagai macam hal yang membuat saya begitu membenci diri sendiri.
Tahun ini, salah satu goal pribadi yang saya canangkan di awal tahun adalah menjadi pribadi yang sehat, baik secara psikis atau fisik. Maka dari itu, saya mulai memperhatikan kedua penyakit yang telah menemani saya seumur hidup itu.
Lucunya, yang saya temukan adalah keduanya tidak hanya datang saat saya terlambat makan, tetapi juga ketika saya dalam kondisi stress berat. Awalnya saya tidak percaya, tetapi setelah beberapa kali gastritis dan migrain saya kambuh, saya selalu mengingat-ingat kembali. Kebanyakan, permasalannya memang adalah stress. Belakangan, kalau sudah stress dan overthink too many things, bukan hanya gastritis dan migrain saja yang bercokol di tubuh saya, tetapi ditambah dengan vertigo dan rasa sakit di sekujur tubuh.
Sepertinya, ini menjadi salah satu dari cara Tuhan untuk terus menegur saya yang kerap kali bandel. Ya, bandel karena sumber stress saya pada tahun 2015 ini adalah selalu tentang masa depan. And what I do is always overthink about future, trying to figure out every possible way to secure it. In the end, though, what I find is not the way out, but the state where I’m 1000x more stressed out than before.
Ugh.
Saya tahu semua teori tentang berserah kepada Tuhan sebagai seorang Kristen. I have God, I have a VERY GREAT GOD who can handle all of my problems. Tapi, teori memang selalu tak segampang pelaksanaannya. Terutama, bagi saya yang sejak kecil selalu diajarkan untuk bergantung pada diri sendiri dan menyelesaikan segala hal sendiri (orangtua saya memang mendidik anak tunggalnya untuk menjadi sangat mandiri dan bukan malah memanjakannya).
Weekend kemarin, saya tumbang lagi gara-gara memikirkan masa depan. Saya memikirkan rencana studi lanjut saya yang mulanya tersusun rapi, tetapi sekarang porak-poranda lagi. Padahal, rencana studi lanjut ini ada hubungannya dengan visi saya selain menulis. Saya memikirkan soal mimpi menulis saya. Saya memikirkan bagaimana mencari pekerjaan freelance sebelum memutuskan untuk kuliah, supaya saya tidak terus merepotkan orangtua. Saya memikirkan bagaimana caranya agar bisa mapan dan menyenangkan orangtua.
And the worst thing of all, I can’t see where this path will end. I lose my focus. I no longer see God and His vision for me and try to walk with my own strength. Dan Tuhan menegurku lagi melalui flu berat, migrain, gastritis, dan sakit di sekujur tubuh yang datang pada saat bersamaan. Memang kelihatannya harus ditempelak Tuhan sampai merasa sangat lemah dan tak berdaya baru saya akan berhenti membuat otak saya berputar memikirkan semuanya sendiri.
Perjalanan Dependence on God memang tidak pernah mudah bagi saya. Berkali-kali saya jatuh. Berkali-kali saya ditegur. Berkali-kali saya membangkang. Berkali-kali Tuhan mengingatkan saya.
Sepanjang weekend kemarin, saya diingatkan dengan sebuah lagu sebelum akhirnya saya memilih untuk curhat habis-habisan pada Tuhan.
Engkau Tuhan yang setia WaktuMu slalu yang terbaik Engkau Tuhan sandaranku Dan ku hanya kan Berharap pada-Mu
Satu-satunya yang kuandalkan Satu-satunya yang kupercaya Engkau sumber kekuatan, Sumber pengharapan sumber kedamaian
Satu-satunya yang kuandalkan Satu-satunya yang kupercaya Engkau Tuhan memberkati, Tuhan penyembuhku Tuhan pemulihku (Satu-Satunya—Sound of Praise)
Now, dear head, hush hush please. Kamu sudah pernah melihat bagaimana Tuhan bisa bekerja di luar nalar. Let go and let God. Trust Him and hold His hands. Involve God in your life and surrender your plans to Him because no matter how great your plan is, without God, it will just be nothing. You can never secure anything like what you always want to do. Let Him make you see how awesome things can turn out to be.














