Comblang
Namaku ahmad, siswa 15 tahun yang baru saja masuk masa SMA. Minggu ini adalah minggu pertamaku menjalani ke kegiatan belajar mengajar di sekolah, setelah minggu sebelumnya menjalani masa orientasi siswa. Aku sudah memiliki sahabat karib yang tidak lain dan tidak bukan adalah teman sebangkuku, namanya Andi. Andi mempunyai penampilan yang cukup menarik. Dia tinggi, putih, sopan, tajir, dan lumayan pintar. Tidak kaget jika banyak teman perempuan sekelas yang sering mendekatinya.
Namun, ada satu sifat yang cukup disayangkan pada Andi. Yaitu yang steril akan sentuhan anak perempuan. Dia selalu menghindar apabila akan berpegangan tangan dengan anak perempuan, bahkan hanya untuk berjabat tangan sekalipun. Yah, hal itu berlatar belakang dikarenakan lingkungan pendidikan nya yang sedari kecil selalu berada di sekolah islam, yang notabennya antara laki – laki dan perempuan selalu dipisah.
Bel sekolah berbunyi, menandakan waktu istirahat dan sholat. Aku menemukan andi merenung sambal melihat telepon genggam yang di pegangnya.
“ Ada apa ndi? “ tanyaku.
“ Tidak apa – apa mad, aku hanya sedang memikirkan seseorang. Eh, sesuatu maksutku” jawabnya sambal gelisah
“ Wah tumbenan nih, siapa nih? Cerita dong? “ paksaku kepada andi.
“ Jadi gini mad, pas aku les mobil kemarin, aku kenalan sama anak cewek. Dan katanya dia salah satu siswi sini mad. Namanya Ana, dia adalah murid baru. Sayangnya kemaren itu pertemuan privat mobil terakhirku, jadi aku gabisa ketemu anaknya lagi. Km kenal “ jelasnya.
“ Kenalan? Tumbenan kamu mau kenalan sama anak cewek? “ tanyaku terheran heran
“ Iya mad, gatau. Pas itu pengecualian. Entah kenapa juga aku tiba- tiba bisa pegangan tangan sama anak itu. Km tau ga mad anak yang bernama Ana di sekolah ini? “ Jawabnya dengan menggelengkan kepala tanda kebingungan.
“ Hmmm, aku sih belum pernah denger. Yauda coba kapan - kapan aku Tanya ke temen – temen ceweku. Nah sekarang ke kantin dulu aja yuk, udah laper nih. Siapa tahu ga sengaja ketemu” Ajaku sambil berdiri keluar dari bangku kelas.
“ Oke mad, makasih “ Jawabnya dengan lega.
Seminggu kemudian, adalah hari dimana terdapat kegiatan bagi siswa baru untuk mengembangkan bakat dan minatnya melalui kegiatan kegiatan yang telah sekolah sediakan. Kegiatan tersebut adalah demo ekstrakulikuler. Disini, semua siwa dapat memilih 2 dari 20 kegiatan ekstrakulikuler yang telah disediakan oleh pihak OSIS dan sekolah kami. Aku sendiri memilih ekstrakulikuler modern dance. Mungkin, bagi beberapa anak laki-laki modern dance adalah bukan hal yang rumlah untuk dilakukan. Namun, untuk aku pribadi mengganggapnya sebuah olahraga yang sekaligus bisa mengekspresikan melalui sebuah gerak tubuh.
3 hari kemudian, tepatnya setelah demo ekstrakulikuler adalah hari dimana pertemuan antar anggota ekstrakulikuler yang diambil. Selagi menunggu pelatih datang, kami sesama anggota yang masih belum kenal satu sama lain bergerumbul membentuk kelompok – kelompok kecil.
Tak jauh dari tempatku duduk, aku mendengar salah satu anak perempuan bercerita tentang pengalamannya. Yaitu pengalaman tentang bertemu seorang laki – laki yang berpenampilan cukup menarik saat mengikuti les privat mobil. Yang tidak lain dan tidak bukan adalah Ana. Karena aku pun cukup penasaran, akhirnya aku pun bergeser lebih sedikit kea rah kelompok Ana tersebut berharap bisa mengambil informasi lebih yang bisa aku dapatkan untuk teman baikku, Andi.
Di akhir pertemuan hari itu,kami semua anggota baru dari ekstrakulikuler tersebut mengharuskan mengisi data diri kami. Yang beberapa diantaranya mengisi tentang kontak pribadi seperti nama, alamat, email, Instagram, dan nomor telepon. Disitulah terdapat kesempatan untuk menggali dan mendapatkan kontak Ana lebih lanjut fikirku. Dan pada akhirnya, aku mendapatkan nomor telepon Ana.
Keesokan harinya pada saat di kelas, tanpa berfikir panjang pun aku memberikan nomer Ana yang telah kudapatkan kepada Andi. Dan menyuruhnya untuk segera menghubunginya cepat atau lambat. Namun, andi masih sedikit ragu dan malu – malu untuk memulai percakapannya dengan Ana. Akhirnya pun, aku mempunyai sebuah rencana untuk mendekatkan Andi dengan Ana.
Teeet.. teet.. teet… bel sekolah pun berbunyi 3 kali, menandakan waktu istirahat pun telah tiba.
“ Mad, ayo ke kantin “ ajak andi
“ Engga deh mad, kamu duluan aja. Aku masih kenyang “ ucapku menghindar
“ O yauda deh, aku duluan ya “ pamit andi sambal berjalan keluar kelas.
Inilah kesempatanku dalam hati ku bergumam. Sewaktu pelajaran sebelumnya handphone andi sudah aku simpan terlebih dahulu. Dan inilah saatnya aku memulai aksiku. Melalui hapenya aku mengirimkan pesan kepada Ana. Terkesan cukup jahil sih, namun hal ini lumayan cukup ampuh karena sudah kubuktikan sejak mencomblangkan teman – temanku sewaktu SMP, wkwkwk.
Di tengah jam pelajaran, andi yang belum sadar jika handphonenya telah kubajak masih terlihat tenang – tenang saja. Namun, beberapa menit kemudian, handphone andi pun bordering.
“ Hah? Sms siapa ini? “ gumamnya lirih. Aku yang duduk disebelahnya pun pura – pura tidak tahu tentang apa yang terjadi.
“ Mad, ini ulahmu ya? “ Tanya nya lantang kepadaku
“ Hah? Apaan? “ Pura – puraku kebingungan
“ Ini tiba2 ada sms masuk, dari nomer-nomer nya ini adalah nomer Ana yang kamu kasih barusan. Ayo ngaku mad, ini pasti kamu kan ya? Kebiasaan deh “
“ Wahaha, ups ketahuan. Akhirnya dibalas kan ya “ Kataku sambal menahan tawa
“ Gimana ini mad? Aku harus balas apa ?” Tanyanya kebingungan
“ Ya terserah kamu lah, kan kamu yang punya hape “ Godaku kepada andi
“… “
“ Ya sudah, kalau masih bingung ntar aja dibalasnya. Sekarang perhatiin gurunya, ntar ketahuan diambil lho hapenya “ Cobaku menenangkan Andi
Keesokan harinya, aku yang sedang berada pada puncak kesibukan mengurus sebuah kegiatan sekolah sudah tidak pernah memfollow up kelanjutan hubungan Andi dan Ana. Yang aku tahu hanyalah semenjak itu, percakapan mereka berlanjut hingga hari hari berikutnya.
Beberapa minggu kemudian aku mencoba mencari tahu tentang progress hubungan mereka berdua. Dan hasilnya sangat mencengangkan, dulu sosok Andi yang sangat steril akan anak perempuan kini dia sudah berubah. Dikarenakan selama ini ternyata Andi telah menjalin hubungan asmara yang lebih serius dengan Ana semenjak itu. Dan tak jarang beberapa waktu mereka habiskan bersama untuk kencan di luar waktu sekolah.










