"Akan ku tulis nama mu di dalam sebuah buku suci, buku pernikahan kita berdua."
Devita Anggraini

seen from United States
seen from United States
seen from Portugal
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Netherlands

seen from Bangladesh
seen from United States

seen from United States
seen from Bolivia
seen from United States

seen from United States
seen from Singapore

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from United States
"Akan ku tulis nama mu di dalam sebuah buku suci, buku pernikahan kita berdua."
Devita Anggraini
Roda yang Berputar
Sudah barang tentu, yang naik itu butuh usaha dan tenaga lebih banyak dari pada turun. Jika kesuksesan diibaratkan dengan naik, maka wajar kalau berat dan berasa gak nyampek-nyampek tujuan.
Beda halnya dengan terjatuh, yang berusaha mati-matian mempertahankan posisi di atas saja bisa tiba-tiba di bawah. Karena jatuh itu memang cepat. Gak berasa, tiba-tiba udah habis-habisan, semua harta lenyap. Jabatan hilang.
Semua memang kuasa Allah, yang penting kita sebagai umat tetap ihtiar, berdoa, berusaha, sabar dan ikhlas, apapun yang terjadi (porsi lengkap lah pokoknya). Jika masih dibawah, berusahalah lebih keras lagi untuk bisa ke atas. Jika memang sudah di atas dan tiba-tiba turun ke bawah ya gak papa. Karena roda memang berputar, kan. Nikmati aja prosesnya.
"Menulis itu refleksi diri. Sekaligus pengingat kisah di hari tua nanti."
Devita Anggraini
"Sejak kecil kita sudah diajarkan untuk menulis. Sudah besar aku sebut kita ini seorang penulis."
Devita Anggraini
"Setiap orang pasti menemukan pasangannya. Setiap cinta pasti menemukan pemiliknya, dan semua tulisan pasti menemukan pembacanya."
Devita Anggraini
"Barangkali, kisah yang kutulis ini sama dengan kisahmu. Jadi, mari sama-sama kita merayakan rindu."
Devita Anggrainu
"Tiada kisah paling indah, selain kisah yang telah Tuhan tuliskan untuk kita."
Devita Anggraini
"Ku tulis engkau seerat nadi. Biar kau baca dalamnya hati. Bila bibir tak mampu berkata, biar jemari ini yang mengungkap rasa."
Devita Anggraini