Terkadang kita lupa, bahwa mereka menjadi sangat ringan seolah tanpa beban. Tapi memang begitu adanya, beban bagi mereka hanyalah ketika diminta untuk duduk tenang dan belajar. Ya, karena itu bukan masanya. Hanya saja, kekang yang mengatasnamakan dirinya sebagai disiplin seringkali memangkas habis daya kreativitas mereka. Tanpa sadar, juga akan memangkas intellectual curriosity alami mereka.
Peruatikan, mereka itu selalu saja memberi kejutan-kejutan, jawaban polosnya, dan serba spontanitasnya jawaban itu. Hal-hal yang membuatku merenung selama ini. Masa-masa ketika aku berhadapan dengan makhluk-makhluk kecil Tuhan, seperti mereka ini.
Aku, hari ini belajar lagi. Memahami bahwa diri ini besar sekali pertimbangan. Ya, mungkin ada sisi delliberative yang berkembang dalam diriku. Sehingga, aku selalu mempertimbangkan terlebih dahulu apa-apa yang akan kulakukan. Penuh kehati-hatian dan waspada. Tapi hal demikian itu tak baik jika berlebihan. Karena memang aku akan jadi cenderung ausah bergerak, terlalu berpikir tentang resiko. Belum lagi tahu, bagaimana rasanya jika sudah mencoba atau melakukan usaha.
Anak-anak, ya... Anak-anak adalah makhluk Tuhan yang membuatku selalu takjub. MasyaAllah. Dunia mereka, cara berpikirnya yang sederhana. Dan segala kepolosannya seringkali membuatku kembali belajar. Bahwa kita tidak perlu menghadapi sesuatu dengan sisi rumitnya. Cukup fokus pada solusi, pandang dengan nilai-nilai positif, dan kemudian poles dengan kekuatan optimis. Sederhana tanpa beban. Begitulah, dunia anak akan bekerja.
Ya, aku hanya sedang mengambil nilai dari apa yang sedang kuselami setiap hari. Mereka yang polos, dengan kepolosannya berusaha merangkai detik menjadi menit, menit menjadi jam, jam menjadi hari, dan menjadikan semua masanya menyenangkan. Mereka selalu punya cara untuk kembali tersenyum. Jujur. Tanpa peduli orang akan bicara apa. Mereka itu sungguh pelajaran berharga dalam hidup.
So, marilah kita uraikan yang rumit jadi sederhana. Uraikan yang ruwet menjadi benang-benang halus. Tetap pada koridor hati yang lembut. Maka berproseslah, menjadikan diri sederhana tanpa harus merasa 'wah'.
Kosongkan gelas, dan mari belajar bersama! 😉