[MENG-INTERPRETASI-KAN ]
PAYUNG TEDUH -DI ATAS MEJA
REALLY ME.
karena melupakanmu adalah kisah yang paling aku perjuangkan.
Di atas meja rindu itu hilang Dalam kata-kata Sebentar lagi kita saling lupa
seperti yang dulu aku lakukan jika sewaktu-waktu merindukan kamu, yang ku lakukan adalah melupakan semua rindu itu dengan meluapkan semuanya pada tulisan,hingga perlahan aku yakin suatu saat aku akan lupa pernah rindu, begitupun kamu.
Kita menjelma pagi dingin yang dipayungi kabut Tak bisa lagi bercerita apa adanya
apa kamu ingat? saat dulu kisah hangat persahabatan yang kita ciptakan bersama berubah menjadi kedinginan yang amat sangat. oke, jangankan bercerita menyapa pun kita enggan bukan?
Mengapa takut pada lara Sementara semua rasa bisa kita cipta Akan selalu ada tenang Disela-sela gelisah yang menunggu reda
....
Didalam kamar rindu itu menguap Dalam kebisuan Sebentar lagi kita semakin lupa
ada kala dimana aku hanya berdiam diri, entah apa yg aku lakukan. seperti membuang waktu tengah malam. tapi tertidurpun aku belum mau. seakan aku mencari sesuatu tapi tak kunjung aku temukan.
Kita menjelma kebisuan yang tak bisa diungkap Tak bisa lagi bercerita apa adanya
aku bisa membisu selama berjamjam ketika sedang mencari rindu. tapi sepertinya rindu itu sudah benar benar hilang, lidahku kelu tak bisa berucap apapun saat sadar bahwa rindu itu sungguh tidak sama sekali aku rasakan kembali.
Mengapa takut pada lara Sementara semua rasa bisa kita cipta Akan selalu ada tenang Disela-sela gelisah yang menunggu reda
mungkin seperti hujan, rindu tak bisa aku rasakan kembali karena ia sudah mereda.oh, mungkin setelah aku sia-siakan waktu tengah malamku, kamu tibatiba hadir dalam lelapnya aku. sehingga benar yang orang-orang bilang bahwa rindu akan hilang setelah dipertemukan. dan kamu memutuskan bertemu denganku hanya dalam mimpi,ya?
Di tiap langkah rindu kita menghilang Penuh keraguan Lalu kita pun sungguh semakin lupa
dan kini aku merasa kisah perjuanganku melupakanmu sudah cukup. semakin aku melangkah menuju masa depan, kamu sungguh benar benar aku lupakan. oh ternyata aku salah. bukan kamu yang aku lupakan, tapi rasa rindu terhadap kamu yang sudah tidak aku tahu bagaimana rasanya
Dan sungguh kita sudah saling melupa.
















