Amin Paling Serius Seluruh Dunia
Karena suka sama Rayuan Perempuan Gila -nya Nadin, aku sampe mengorek lagu-lagunya 3 tahun lalu dan menemukan harta karun ini. Kolaborasi dengan Sal Priadi yang dalam sekali dengar sudah berhasil bikin jatuh hati. Ada teatrikalnya yang berdurasi 7 menit, tapi aku prefer dengar lagunya saja tanpa tambahan dialog tak bernadanya.
Aku sudah tahu soal Sal Priadi dan karya-karyanya dari seorang teman di kantorku karena setiap kali aku menawarkan memutar lagu, dia selalu memesan lagu Sal Priadi. Unik memang lagu-lagu ciptaannya, tapi tidak terhitung mudah untuk menghapal setiap liriknya. Jadi, ya hanya sebatas tahu dan kenal saja.
Berbeda dengan Nadin Amizah yang dalam sekali dengar aku bisa mengulang beberapa bait liriknya. Bahkan kata adikku -yang mengenalkan lagu Nadin padaku- suara Nadin itu magis, entah kenapa aku setuju padanya. Suaranya khas dan kadang di beberapa kata dalam lagunya sengaja dibuat mengambang sehingga pengucapannya kurang jelas di telingaku. Padahal lagu ini dalam Bahasa Indonesia, bahasa ibuku.
Tapi di situlah letak menariknya. Aku jadi melakukan pencarian lanjutan untuk memastikan kata/liriknya.
Amin Paling Serius ini juga multi tafsir, terlebih pada official videonya. Ada cukup banyak diskusi dalam kolom komentar tentang makna dialog antara Sal Priadi dan Nadin Amizah. Tentang Adam dan Hawa, tentang cinta dua anak manusia.
Terlepas dari itu, aku juga punya interpretasi sendiri. Tidak secanggih orang-orang yang dengan seriusnya mengartikan karya yang satu ini, tapi setidaknya aku selalu menikmatinya walau sudah diputar berkali-kali.
Bagiku, lagu ini mengisahkan dua anak manusia yang lahir dan tumbuh dari dua kutub yang berbeda, tapi bertemu, dan memutuskan untuk memulai hidup bersama dalam naungan doa-doa.
Semoga lagu ini bisa jadi salah satu lagu yang diputar dalam acara peresmian anggota keluargaku yang ke-12 di akhir tahun ini atau awal tahun mendatang. Menjadi epilog yang manis dari serangkaian kisah mencari yang ke-12 sekaligus prolog yang optimis untuk chapter kehidupan berikutnya.
Sesegera mungkin, sebaik yang dimampu, seserius amin paling serius seluruh dunia.
Terima kasih Sal dan Nadin, izin untuk menyimpan karya ini dalam kotak memoriku berjudul Teman Perjalanan, ya.












