"Manusia saat ini berada di jaman penuh fitnah, dan orang yg memegang teguh agamanya layaknya org yg menggenggam bara api. Maka merupakan kewajiban bagi kita utk menolong manusia dlm menjalankan agamanya, bukan membuat mereka lari dari agama. Dan bersikap keras membuat mereka lari, sedangkan memudahkan mereka membuat mereka semakin dekat dg agama"
Di jaman di mana pertarungan pemikiran semakin terbuka, dan budaya mencari kebenaran semakin berkembang, sebagai orang yg dijuluki "khairu ummah" yang memiliki tanggung jawab "amar ma'ruf" dan "nahi munkar" (sebagai sebuah konsekuensi) harus memiliki hati yang tulus dan lembut dalam menyampaikan sebuah nilai.
Hal ini menjadi penting karena proses penyebaran nilai tsb di jaman ini membutuhkan proses dialog. Indoktrinasi sudah tdk relevan. Dan dialog yg baik menuntut hati yg tulus dan lembut agar tdk terjebak dlm sifat judgemental yg membuat org lari dari agama.
Selain itu, tentu butuh proses belajar yg panjang, termasuk di dalamnya banyak membaca shg paham akan luasnya khazanah keilmuan Islam yang ternyata di dalamnya terdapat banyak sekali perdebatan, dan pendapat yg berbeda. Hal ini penting agar kt mampu menyajikan banyak pandangan dlm dialog agar mampu membuat hati org yg diajak mjd lapang dan mampu memahami agama secara konseptual, bukan hanya praktikal.













