Tempat di mana segala harap dan doa dimulai. Berkawan dengan kebahagiaan saat berjumpa. Berdamai dengan kesedihan saat merelakan untuk sejenak berpisah.
____ DMZF
seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from China
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Malaysia
seen from United Kingdom
seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from Brazil
seen from Malaysia
Tempat di mana segala harap dan doa dimulai. Berkawan dengan kebahagiaan saat berjumpa. Berdamai dengan kesedihan saat merelakan untuk sejenak berpisah.
____ DMZF
Diam
“Ayo anak- anak diam dulu. Yang paling diam pulang dulu,” begitu ucap Bu Guru pada kami semua.
Aku diam. Melipat kedua tangan di atas meja. Teman- teman pun melakukan hal yang sama. Tak ada suara sekecap pun.
Kemudian tiba- tiba Ibu Guru menunjuk seseorang,” Dimaz! Kamu pulang duluan karena kamu yang paling diam,” kata beliau dengan tegas.
Dimaz pun bangkit. Aku bingung. Kedua alisku bertaut. Kok bisa Dimaz?tanyaku dalam hati.
Aku bangkit memprotes,” Bu, kok selalu Dimaz yang selalu pulang duluan??!!” aku duduk lagi setelahnya.
Bu Guru beralih memandangku. Langkah Dimaz tercekat. Kini semua pandangan tertuju ke arahku.
Ooohh, memangnya ada yang salah dengan pertanyaanku? Aku rasa tidak ada. Lantas kenapa semua mata menatapku dengan pandangan seperti hendak membunuh seperti itu?batinku bertanya-tanya.
Satu hal yang perlu diingat :
Aku tidak suka dipandang sebegitu rupa!! ###
Senin, 18 oktober 2010
Dimaz in making of "New Cover Timeline on Facebook". Support Dimaz by follow in tumblr!
http://dimazspongiers.tumblr.com