Suatu hari di masa lalu, seorang teman bertanya padaku. "Cha, apa cita-citamu jika sudah dewasa nanti?".
Dengan tegas aku menjawab, "ingin menjadi seorang ibu."
Mungkin ini adalah jawaban yang tidak terprediksi untuk remaja usia 14 tahun. Tapi bagiku tidak. Sejak aku beranjak remaja, aku selalu melihat ibu ku sebagai sosok yang indah. Bukan hanya hatinya, tapi juga jiwanya. Dan aku selalu berdoa, jika nanti dewasa, aku ingin menjadi seorang ibu. Tentunya seperti ibu ku.
Ibu ku yang besar sebagai anak tunggal, mungkin hari-harinya penuh kesepian. Berbeda denganku yang hidup bersama tiga saudara kandung, yang tiap hari ada aja dramanya. Tetapi ibu ku tetap sabar dan berbesar hati memaafkan kami semua jika kami salah. Ibu ku selalu mengajarkanku untuk menjadi seseorang yang berbesar hati memaafkan dan berdamai dengan luka. Bukan hanya sekadar kata-kata, tapi aku melihat itu secara nyata dalam hidupku.
Ibu ku akan selalu menjadi panutan dalam hidupku. Nanti pun ketika aku berkeluarga, aku akan menjadi sosok seperti ibu ku. Mungkin ibu ku bukan ibu yang sempurna, sama seperti ibu-ibu lainnya di luar sana. Tapi ibu ku tidak pernah berhenti mengusahakan untuk memberikan cinta dan kasih yang sempurna, untuk kami anak anaknya. Terima kasih karena selalu menjadi garda terdepan untuk kami.
Di hari dan usia yang baru ini, semoga Ibu senantiasa diberikan banyak kebaikan dan kebahagiaan yang selalu ibu semogakan. Apapun yang menjadi doa dan harapan Ibu, semoga Allah mudahkan jalannya dan bukakan pintu-pintu rezekinya. Semoga Ibu senantiasa dilapangkan hatinya, untuk apapapun yang hadirnya tidak sesuai harapan. Pun jika itu aku (yg tidak sesuai harapan), Ibu senantiasa berbesar hati memaafkan.
Dalam sujud panjangku, aku berdoa semoga Ibu hidup lebih lama dan melihatku berjuang sampai akhir. Barakallahu fii umrik.












