prinsip dua orang laki-laki, ku
Bapak selalu membawa makanan apapun yang beliau dapatkan. entah saat di kantor waktu ada acara, entah saat kajian, entah saat hal apapun, makanan yang bapak dapatkan selalu dibawa pulang kerumah. alasannya sederhana, ingin seseorang yang dirumah merasakan makanan yang juga beliau makan saat itu juga atau ingin makan bersama saat dirumah.
orang yang pertama kali menerima hadiahnya adalah ibu, tapi waktu aku masih kecil, inipun tidak pernah kebagian sebab satu hal lain karena makanan itu sudah habis dimakan oleh kami (kakak perempuan, aku, adik laki-laki).
saat kemarin aku mengunjungi bapak ibu. bapak dan suami pulang dari kajian shubuh. bapak membawa risoles mayo kesukaanku dan saat itu juga bapak langsung memberikannya kepadaku. tidak kepada ibu, tidak ke kakak perempuanku, tidak ke adikku , tapi kepadaku. pada saat itu semua anak-anak dan menantunya ngumpul dirumah.
kata bapak, "ini buat kamu, nduk, kesukaanmu. tak bawakan soalnya suamimu nggak bawa pulang, jadi cuman dapat satu." aku sedikit membeku, bapak membawakannya itu untukku.
sementara di dimensi yang lain, suamiku tidak demikian, hihihi
ketika dalam suatu kajian misalnya ada jajan atau nasi yang dibagikan kepada jamaah, suami tidak mau mengambil, lebih memilih dibagikan kepada yang lainnya. barangkali ada yang lebih butuh. padahal, istrinya ini tipe yang kalau dibawakan apapun makanannya selalu menerima dengan bahagia.
namun semenjak kejadian dimana bapak membawakan risoles mayo kesukaanku, suami melihat kejadian itu langsung didepannya. sejak saat itu cara pandang suamipun berubah. kini, setiap kali ia ada acara di kantornya, kajian shubuh, ataupun jum'at berkah pas bertepatan libur. beliau selalu membawa pulang makanan ataupun jajan untuk istrinya dirumah.
pelajaran baru untukku juga, setiap kali suami membawa apapun kerumah baik itu makanan, jajan, minuman ataupun hal lain yang bisa dimakan. aku belajar untuk menyambutnya dengan bahagia sebagaimana aku bahagia kala bapak memberiku hal demikian. sekali lagi pentingnya sebuah komunikasi, jangan lelah untuk terus belajar ya dear..
seperti saat ini, tanggal merah bertepatan dengan hari jum'at. biasanya masjid komplek rumah ada program jum'at berkah, yang mana setiap jama'aah sholat jum'at mendapatkan makanan yang dibagikan. suami memberikannya kepadaku, dan perasanku senang sekali. rasanya seperti anak perempuan kecil ini menerima hadiah dari bapaknya.
tulisan ini aku tulis di tanggal 15 November 2025. menuliskan ini sebagai kenangan baik dari bapak yang barangkali akan ku baca di tahun-tahun berikutnya. dan aku akan bersyukur serta mendoakan banyak kebaikan, keselamatan untuk bapak. lalu aku tambah untuk penyempurnaan ulang agar bisa aku baca kembali. untuk pengingat diriku bahwasanya rasa syukur itu memang harus dilatih. dan benarlah, jika kamu bersyukur maka Allaah akan tambah nikmat untukmu dengan berlipat-lipat.
Bapak mengajarkan banyak hal baik kepadaku, di kepalaku, bapak adalah laki-laki yang paling lapang hatinya. aku selalu ingat setiap momen bersama bapak, nasihat-nasihat baik beliau kepada diri ini. salah satunya ketika belum menikah. Bapak memberiku sebuah pesan bahwasanya, "sebelum meminta hal-hal baik hadir dalam hidupmu, kamu juga harus terus berupaya dan mengupayakan doa agar dipantaskan untuk menerimanya. sebagaimana kamu meminta seseorang yang baik dan terjaga. kamu juga harus memantaskan dirimu menjadi seorang perempuan yang menjaga dirinya dengan baik-baik pula." ya Allaah, pak. Bapak abadi dalam tulisan-tulisanku. aku menyayangimu, pak. jangan lelah mendoakan kami semua.
menyempurnakan kembali tulisan ini dengan perasaan syukur yang berlipat-lipat.
Surabaya, 03 April 2026









