Dari Doa-doa yang Tak Pernah Putus, Allah Kirimkan Kamu
Ada doa-doa yang dulu terasa seperti angin dibaca setiap malam, namun tak kunjung terlihat jawabannya. Ada harapan yang disimpan dalam diam, hanya berani disampaikan kepada Allah, bukan kepada manusia.
Setiap sujud panjang, disebutkan satu permintaan: “Ya Allah, jika memang ada seseorang yang baik untuk dunia dan akhiratku, dekatkanlah… dan jika belum, kuatkan aku untuk menunggu sembari memperbaiki diri.”
Waktu berjalan. Kadang hati hampir menyerah, kadang ragu apakah langit mendengarkan. Namun Allah tidak pernah tuli pada doa-doa yang tulus. Ia hanya menunggu waktu yang tepat, bukan waktu yang kita inginkan.
Hingga akhirnya, tanpa tanda yang berlebihan, tanpa drama, tanpa kebetulan yang dipaksakan… Allah mengirimkan kamu.
Seseorang yang datang bukan untuk mengisi kekosongan, tetapi untuk menyempurnakan perjalanan. Seseorang yang tidak hanya aku minta, tapi ternyata jauh lebih baik dari apa yang pernah kubayangkan.
Dari doa-doa yang tak pernah putus, dari malam-malam yang penuh harap, dari hati yang belajar sabar Allah menjawab semuanya lewat kehadiranmu.
Kini aku mengerti, mengapa dulu harus menunggu lama, mengapa dulu harus kecewa, mengapa dulu harus belajar kuat.
Karena jika kamu datang lebih awal… mungkin aku belum siap untuk mencintaimu dengan benar.
Dan jika kamu datang terlalu cepat… mungkin hatiku belum cukup dewasa untuk melihatmu sebagai jawaban.
Ternyata benar, Allah tidak pernah terlambat. Dia hanya menunggu waktu ketika aku siap… untuk menerima anugerah bernama kamu.













