Jika diri, jiwa, sudah "terjual habis" kepada Allah, masihkah ada ruang tersisa untuk ditawar oleh keburukan-keburukan?
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia

seen from Venezuela
seen from United States

seen from Germany
seen from United States
seen from Malaysia

seen from Germany
seen from Malaysia
seen from Finland
seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from Germany

seen from United States
seen from United States
seen from China

seen from Singapore
seen from Kenya
Jika diri, jiwa, sudah "terjual habis" kepada Allah, masihkah ada ruang tersisa untuk ditawar oleh keburukan-keburukan?
Amatilah. Tirulah
Salah satu madrasah penting dalam kehidupan ini adalah memerhatikan orang lain.
Padanya, kan ada banyak manfaat yang mampu diraih. Manfaat yang hanya mampu diraih bagi para pemilik akal yang matang.
Dengannya, setiap langkah bisa dievaluasi, hingga kan menuntun pada hikmah-hikmah kehidupan yang memang menunggu ditemukan.
Maka, perhatikanlah orang-orang sukses itu. Yang sukses dalam kehidupan keluarga mereka. Yang sukses dalam kegiatan ekonomi mereka. Yang sukses dalam adab & akhlak mereka.
Orang yang sukses itu, tak lain adalah Rasulullah Muhammad SAW dan sahabat-sahabat beliau. Yang pada mereka, telah dijamin surga atas balasan kesabaran-kesabaran mereka.
Mereka lah yang sangat pantas untuk diamati.
Untuk ditempuh jalan-jalan yang mereka lalui. Untuk dipelajari, bagaimana pola pikir mereka. Untuk didalami, bagaimana adab & akhlak mereka.
Mereka lah yang sangat pantas untuk ditiru.
Kemahiran diri dalam mencermati kehidupan Rasulullah Muhammad SAW dan sahabat-sahabat beliau yang mulia, semoga melahirkan kekaguman, dan penghormatan yang besar kepada mereka. Hingga akhirnya menimbulkan rasa cinta yang begitu membuncah.
Bersujudlah kala lelahmu tak kunjung usai. Mungkin IA merindukan lirihmu di sepertiga malam yang sunyi.
Dua dini hari yang sunyi. Memberi waktu tuk memahami. Menyendiri. Tuk mengisi energi
Tak ada yang lebih baik dari sabar menahan. Kala sekitar menghujani dengan cibiran
Berjalanlah karena Allah. Semoga perjalananmu dipermudah
Berhentilah sejenak. . Mungkin sudah saatnya berserah. Agar jiwa ternaungi hidayah. Agar langkah senantiasa menapak di jalan ibadah. . Tetaplah tabah. Demi mendulang berkah.
Terkadang lupa bersandar kepada Sang Maha Pemurah. . Hingga menjadi begitu pongah. Ragu pada janji ampunan yang tercurah.