Empat Hari Lagi (Day 10)
Hai..
Empat hari lagi…
Yayyyy! Mungkin jika saat ini ada agency iklan yang butuh suara seorang anak kecil berteriak kegirangan, aku yakin merasa terpilih. Aku terlalu senang membayangkan pertemuan kita nanti.
Surat ini aku kirimkan terlambat. Dua jam selepas tengah malam. Aku terlalu sibuk bercerita dengan diriku sendiri bahwa aku senang. Aku senang tidak lama lagi kamu akan pulang.
Empat hari lagi…
Akan terasa begitu lamban pada akhirnya. Tapi tak ada gunanya mendebat logika jika pada akhirnya aku akan membenarkan perasaanku untuk sementara.
Aku akan sibuk memperhatikan setiap detik dan perputaran langit untuk menunggu. Aku perlu melakukan itu untuk menghiraukan bosan yang menyergap terlalu cepat karena ingin bertemu.
Empat hari lagi…
Rasa setahun.
Aku duduk manis. Tidak berharap kamu pergi lagi.
Notes: Ternyata aku seorang Bipolar. Padahal aku nggak pernah tau apa arti Bipolar sebenar-benarnya. Nanti kita bahas saat bertemu ya. Cepat pulang.










