Hello? (Day 14)
Joy: (n) Something or someone who provides a source of happiness.
Hai.. Pagi ini suhu ruangan karena AC terasa lebih dingin. Aku terlalu mengigil dibuatnya. Sebagian dari itu karena ketiadaan kamu.
Pagi ini aku sempat kesal dan gondok. Seseorang berkali-kali menggedor pintu depan. Aku baru saja tertidur pagi sekali setelah melakukan aktifitas sahur dan subuh. Dan setelah kubuka pintu ternyata si empunya rumah menagih uang kontrakan yang padahal sudah aku bayarkan jauh-jauh hari.
Rasa kantukku berubah menjadi gusar.
Sepulangnya beliau dari rumah (setelah berkali-kali meminta maaf padaku), dengan malas aku menuju kamar mandi, mencuci muka, lalu kembali ke kamar. Kemudian memasang earphone dan berencana melanjutkan tidur.
Do you believe in love at first sight, Tell me does that book that you’re reading Tell the story of your life Do you believe in love at first sight Should I walk on by, Turn a blind eye, to love Love at first sight
Baru saja Blue menyelesaikan reff pertama mereka di playlist-ku tiba-tiba terhenti. Aku sudah mengira sepertinya akan ada telepon yang masuk.
Dan itu dari kamu.
KAMU????
Kutub utara pindah ke kamar, aurora berpendar di batas pandangan, kunang-kunang menari seirama, pelangi muncul bertubi-tubi, dan mereka ruah dalam hitungan detik sebelum kemudian ku angkat teleponmu. Aku hampir hilang kesadaran.
Suara seseorang yang ku kenal. Suara khas seseorang yang mengaku pileknya tidak sembuh-sembuh. Seseorang yang adalah kekasihku. Lalu menyapaku begitu ceria,
“Hi, how’s life?”
“Life’s good. Nanti aku ceritain hehe. Kamu gimana disana?"
"Aku iteman. Idungku belang gitu warnanya"
"Aku nggak peduli, yang penting kamu udah balik! Aku udah ngerasa seneng banget. I miss you”
Setelah berpanjang lebar mendengar ceritamu, huh sial, kita harus mengalah dengan daya telpon genggam kepunyaanmu yang semakin melemah - seperti aku dari beberapa saat lalu. 9 menit yang amat berarti.
Sampai saat ini tanganku masih bergetar. Di dalam dada ada tornado mengamuk. Ribuan kupu-kupu menggelitik perut. Bahagia ini meledak-ledak tanpa ampun..
Akhirnya yang ditunggu sudah kembali. Hati yang melemah lambat laun makin terisi. Kenangan ini harusnya makin bertambah. Harap dan doaku sudah membentuk daftar panjang yang bisa kulewati hanya denganmu.
Lekaslah bertemu. Kita sudah diujung penantian.
…FIN
Jakarta, 11 Juli 2013 - 12.00 WIB













