Cerita dari Rumah Sakit (#3 - Selesai)
Hai, kami sudah kembali ke rumah semenjak kemarin malam.
Terbilang sepuluh hari, merasakan hidup di rumah sakit saat pandemi. Banyak pelajaran begitu berharga, bagaimana akhirnya keluarga kami ditempa dari sisi manapun. Adek adekku yang masih aktif sekolah SD, SMP, SMA, dan kuliah menjadi lebih mandiri di rumah. Memasak, mengerjakan tugas, bersih bersih rumah, bangun tidur sampai tidur lagi di jalankan bersama sama tanpa orang tua. Padahal, mereka sedang memasuki pekan ujian tengah semester.
Tidak hanya menjadi mandiri, secara emosional mereka paham bahwa keadaan ini tidak seperti biasa. Tanpa pelukan ummi pagi hari, atau teriakan meminta bantuan saat memasak, tanpa sentuhan abi sebelum berangkat kantor, ataupun kebersamaan kami di ruang keluarga. Benar benar berbeda.
Semua sedang bersabar, menunggu abi untuk pulih. Di saat ujian mendera, saat itulah Allah berbaik hati mengucurkan karunia dengan deras. Bantuan dari sana sini, entah berbentuk materi maupun perhatian, juga support tak terbilang jumlahnya.
Malam pertama saat di rumah sakit, masih ku ingat jelas bagaimana ummi mengajakku untuk merefleksikan fase ini : “Urusan mukmin itu tidak ada yang buruk. Semua yang Allah beri itu baik, tinggal bagaimana kita ambil hikmahnya. Bahkan jika hal itu berbentuk ujian. Kuncinya sabar dan syukur”
Sepuluh hari, di bawah atap bangunan bersama ratusan manusia lain. Merasakan kehadiran pertolongan Allah begitu nyata. Tanpa perantaraNya, mungkin kami sudah kehabisan energi untuk bersabar menghadapi situasi ini. Tapi, tanganNya meraih dengan segala kasih sayang tak henti henti.
Sampai hari ini, kami masih berusaha untuk kembali ke situasi normal. Menjaga abi supaya tak lagi terforsir energi juga pikirannya, menjaga supaya ummi tetap full stamina, juga bagaimana kami mensyukuri fase fase berat, yang begitu berharga. Kebersamaan bersama orang orang terkasih, jangan di sia siakan ya!
Penutup episode kali ini :
Allah mendatangkan ujian, lengkap satu paket dengan kemudahan yang Ia turunkan. Bila kita pandai mengambil hikmah, akan banyak sekali rasa syukur tak terbilang karena kasih sayangNya begitu luas. Kemudahan itu, dengan cepat atau lambat akan menghampiri kita. Bersabarlah.
Surabaya, 16 September 2020, 22.31















