perasaan yang berbeda.
tidak ada kesedihan yang baik-baik aja, setiap orang perasaan sedihnya beda-beda. orangtua tidak bisa menggantikan perasaan sedih anaknya sekalipun ingin. suami tidak bisa menggantikan perasaan sedih istrinya sekalipun ingin. semua ditanggung sendiri, semua bertanggung jawab atas dirinya sendiri. maka sungguh tidak bijak sekali rasanya ketika ada seorang yang sedang diuji, kita menganggapnya lemah bahkan mendramatisir akan hal itu.
sebagaimana Rasulullah Shalallahu alaihi wasalam begitu sedih ketika kehilangan orang-orang terkasihnya. mulai dari paman tercinta, istri tercinta hingga anak tercintanya. siapapun tidak akan bisa menggantikan perasaan sedih dan kehilangannya beliau akan hal itu sekalipun ingin sekali menggantikannya. namun pada akhirnya kesedihan tetaplah kesedihan yang setiap makhluk bernyawa merasakannya.
"Halah, gitu aja sedih, lebay. kesedihan tidak akan membuat keadaan baik."
"udah jangan nangis, harus kuat. hidup harus terus berjalan."
aku memahami kalimat tersebut sebagai kalimat menyemangati untuk melanjutkan kehidupan. sebab hidup harus terus berlanjut sekalipun kesedihan menghampiri kita. tapi percayalah, orang yang sedang ditempa ujian berupa sakit, atau bahkan kehilangan, sesungguhnya tidak membutuhkan kalimat penguat itu. itu semakin akan membuatnya terluka lebih dalam.
maka biarkan dia merasakan kesedihannya hingga tuntas. biarkan dia merilis perasaannya yang sedang tidak baik-baik saja. barangkali dengan demikian dia bisa menemukan dirinya dengan utuh, dia bisa mengembalikan semangat hidupnya yang baru saja lepas dari genggamannya.
alih-alih memberikan kalimat penguatan, barangkali mendoakannya adalah cara terbaik dalam mendukungnya. membiarkan dirinya tenang lebih dulu, mendengarkan tangisannya, memberinya jeda dan mendoakannya lekat-lekat. sebab sebaik-baik mencintai adalah dengan mendoakannya selalu.
aku pernah membaca sebuah kalimat yang hangat sekali, "rasa sakit adalah bukti kehidupan. rasa sakit hidup dalam diri kita."
maka benar ya, tidak bijak sekali rasanya membandingkan siapa yang paling berat ujiannya. tidak ada yang boleh membandingkan perasaan siapa yang paling sakit. hidup siapa yang paling sulit. semua sudah sesuai dengan kadarnya. Allaah tidak pernah dzalim dalam hal ini. tidak pernah sekalipun. justru, orang yang benar-benar merasakan sakit ataupun kehilangan adalah orang yang apabila melihat itu pada diri orang lain. dia akan selalu ada disamping orang yang sedang diuji, dan membiarkannya menangis sebab memberinya jeda. tidak akan menyuruhnya untuk berhenti menangis dan pura-pura kuat. sebab itu sungguh melelahkan.
semoga yang sedang Allaah uji sakit, Allaah beri kesembuhan. yang sedang diuji dengan lamanya penantian Allaah kuatkan kesabarannya dan menemukan ujung yang sedang dinanti. yang sedang Allaah uji kehilangan, Allaah gantikan dengan sesuatu yang lebih baik lagi. yang sedang Allaah uji dengan perasaan dan kondisi yang sangat berat, Allaah beri kelapangan hati dan jalan keluar dari arah yang tidak disangka-sangka.
ruang syukur || 09.09










