1 Juni 2023 : Pertemuan
Hari ini, 3 tahun lalu. Di sore hari, kita baru saja bertemu untuk pertama kalinya. Langkah yang berbeda dari biasa, pertanyaan pertanyaan masa depan, canggung yang meliputi semua, berusaha mencairkan suasana, tetapi tetap saja. Malu malu.
Cerita yang berterbangan ke langit langit ruangan, kamu dengan lantunan ayat suci-Nya. Aku dengan segenap cerita cerita yang ingin banyak ku utarakan.
Yang pasti, rasa yang ku ingat ialah : damai. Mungkin, aku belum tahu. Jika memang itu adalah pertemuan untuk tahun tahun di masa ini. Disini, bersamanya dengan seluruh mimpi yang dulu hanya tulisan. Disini, bersamanya dengan seluruh doa yang luruh pada bait bait malam.
Untukmu, tiga tahun lalu adalah asing. Sekarang menjadi sedekat nadi. Tiga tahun lalu adalah bukan siapa siapa. Sekarang menjadi sepasang.
Semoga seterusnya, kita saling berkaitan. Menjadi sejiwa senyawa, hingga sehidup sesurga.
(Terinspirasi tulisan Ust. Oemar Mita)
1 Juni 2020 lalu, adalah pertemuan pertama kami. Taaruf dengan perantara guru calon laki laki. Pertemuan yang sangat singkat. Hingga menemui sepakat.
Tulisan ini adalah ekspresi syukur, karena telah dipertemukan dan kini sedang menjalani lika liku pernikahan yang hampir genap 3 tahun. Tentu tak selalu menyenangkan di dalamnya Bahkan hari ini, kami berkonflik besar dari hari hari biasa. Tetapi konflik itu berhasil kami selesaikan hari ini juga.
Pernikahan bukan akan tanpa masalah. Justru banyak masalah di dalamnya. Kami pun sedang proses untuk terus belajar. Tidak ada pernikahan yang sempurna, yang ada hanyalah pernikahan yang terus di perjuangkan. Jangan takut menikah, karena dulu aku pun mengalaminya. Takut untuk menikah. Tetapi kini, memahami kalau pernikahan ialah wadah belajar seumur hidup hingga nanti sampai tujuan akhir : bertemu denganNya.

















