“I’m taking part of #ExcelsoProjectHero” Indonesia terkenal sebagai negeri yang subur membutuhkan perjuangan besar untuk memakmurkan negeri ini. Seperti perjuangan Bu Warsinah yang sudah bekerja 40 tahun sebagai pemetik teh di perkebunan teh PTPN VII PagarAlam, Sumatera Selatan. Setelah orangtuanya yang berasal dari Jawa Tengah bertransmigrasi ke PagarAlam dan menjadi pemetik daun teh, Bu Warsinah akhirnya juga mengikuti jejak mereka. Kebun teh PagarAlam ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda sama seperti kebun teh lainnya di Indonesia. Untuk menafkahi tiga anaknya, Bu Warsinah harus bekerja sejak pukul 7 pagi setiap harinya, meski udara dingin Gunung Dempo tidak menghalanginya untuk terus memetik daun teh hingga pukul 2 siang. Setiap harinya Bu Warsinah berhasil memetik daun teh antara 50-80 kg. Perjuangan Bu Warsinah memikul bakul yang ada di punggungnya itu berganti dengan pundi-pundi rupiah ketika teh dijual ke pabrik. Rasa syukur diucapkan Bu Warsinah untuk berapapun hasil yang didapatkan, terkadang hasil jerih payahnya hanya dihargai Rp 750-1200 per kilogram atau sekitar Rp 37.500 hingga Rp 96.000 per hari. Perjuangan Bu Warsinah ini adalah bentuk pengingat bagi kita semua agar terus bersyukur untuk semua nikmat yang sudah kita peroleh saat ini. #ExcelsoProjectHero #ExcelsoCoffee @excelsocoffee @pesonasriwijaya @wonderfulsriwijaya @explorepalembang













