Kehilangan Diri
Banyak hal yang terjadi secara bersamaan akhir-akhir ini. Sejak pandemi yang menyerang tahun lalu, rasanya semua berubah. Aku benar-benar merasakan bagaimana usaha untuk bertahan hidup dalam kondisi yang sulit. Benar-benar merasakan untuk bisa bertahan di tengah gelombang yang setiap hari semakin meninggi dengan tidak bertemu dengan orang lain selain keluargaku.
Awalnya kukira akan merasa biasa-biasa saja dan percaya akan bertahan. Mengulang mantra dalam diri bahwa diri ini kuat. Namun, setelah menginjak tahun 2021, rasanya ada hal yang aku tidak pedulikan, yaitu diri sendri. Selama ini hanya memaksakan kehendak dan terlihat ‘kuat’ seperti yang lainnya. Padahal, manusia adalah lemah dan yang kuat hanyalah Penguasa Alam Semesta.
Rasanya, kehilangan diri adalah hal yang lebih penyakitkan daripada perasaan kita ditolak oleh orang lain. Rasanya lebih tidak tau apa arti hidup, tidak paham dengan gejolak emosi maunya seperti apa, dan merasa jauh dari Yang Maha Esa. Kehilangan diri bukan kehilangan akal, tapi kehilangan esensi dan tujuan kita hidup itu apa.
Padahal dengan mengenal diri, kita jadi lebih mengenal Tuhan kita dan bisa menjalankan tugas kita sebagai manusia. Dengan mengenal diri sendiri, kita jadi lebih menghargai setiap detik waktu hidup kita. Dengan mengenal diri, hati juga merasa lebih damai.
Kehilangan diri karena tidak menyadari dan mendengarkan apa yang kita rasakan adalah kesalahan besar. Jujur pada diri sendiri adalah sesuatu yang terasa sulit bagi diri ini. Berusaha sesempurna dan sekuat mungkin bukanlah hal yang seharusnya dilakukan sebagai manusia.











