Selamat Pagi Teman-teman, Pada PKMM (Program Kreatifitas Mahasiswa bidang Masyarakat) di tahun 2009, Fast Recy melancong ke SMA N 1 Sooko Mojokerto, yaa dalam rangka mengabdi ke masyarakat khususnya bagi temen-temen yang terlibat dalam komunitas Palang Merah Remaja. Tema lengkapnya adalah sebagai berikut :
“Optimalisasi Fungsional UKS Mandiri Berbasis Teknologi Informasi melalui Implementasi Perangkat Lunak Simulator Interaktif Pertolongan Pertama Mandiri bagi Palang Merah Remaja (Studi kasus di SMAN 1 Sooko Mojokerto)”
Lhooo dalam judul tersebut kan tidak ada istilah Fast-Recy, Jadi Fast Recy disini adalah media berupa softwarenya yang kelak digunakan untuk mendukung kegiatan temen-temen PMR disana. Berikut anggota tim dari PKMM :
Ola Dwi Sandra H. - (Teknik Fisika)
Mahendra Ega Higuitta - (Teknik Fisika)
Eka Rizkiah - (Kimia-MIPA)
Eko Nur Khafid - (Teknik Fisika)
Rizki Aris Y. - (Teknik Elektro)
Dan Dosen Pembimbing kita adalah Ibu Katherin Indrawati, ST, MT.
Dan acara ini dipersembahkan oleh DIKTI, dalam rangka Program Kreatifitas Mahasiswa.
Dalam era globalisasi yang semakin canggih ini, software telah banyak diaplikasikan untuk membantu mempermudah kehidupan manusia, baik di bidang pendidikan, kesehatan, militer, ekonomi, dan lain-lain. Dengan banyaknya software yang bermunculan, implementasi yang ada haruslah tepat guna dan memberi kemanfaatan yang maksimal. Sehingga, kemampuan operasional software menjadi sangat vital dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai contoh pada bidang pendidikan dan kesehatan, pemanfaatan software telah banyak berkembang. Namun pemanfaatan software ini masih dirasa belum maksimal untuk pelayanan kesehatan di sekolah. Padahal apabila software di bidang ini dapat dimaksimalkan nilai kemanfaatannya, performa pelayanan kesehatan di sekolah akan meningkat secara drastis. Salah satu unsur terpenting dalam pelayanan kesehatan di sekolah adalah PMR ( Palang Merah Remaja). PMR adalah organisasi kepemudaan binaan dari Palang Merah Indonesia yang berpusat di sekolah-sekolah dan bertujuan untuk mensosialisasikan pengetahuan dasar kepada para siswa dalam hal kesehatan umum dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan. Memang tidak bisa dipungkiri lagi bahwa peranan serta fungsi PMR sangat vital di lingkungan sekolah dan masyarakat, sehingga para anggota PMR harus bertanggung jawab atas pelayanan kesehatan kepada para siswa serta masyarakat sekitar.
Meskipun demikian, pada setiap usaha-usaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik, diperlukan sebuah kompetensi tersendiri bagi para anggota PMR dalam menjalankan kewajibannya. Idealnya adalah setiap anggota PMR minimal harus memiliki kompetensi di bidang Pertolongan Pertama, karena hal tersebut yang menjadi trademark PMR, namun kenyataan di lapangan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Hanya beberapa orang saja yang benar-benar paham mengenai Pertolongan Pertama apalagi mempraktikkannya. Selain kendala minimnya pengetahuan mengenai Pertolongan Pertama, peralatan dan media untuk menunjang Pertolongan Pertama juga harus menjadi sorotan utama karena hal-hal seperti itu sangat vital dalam penyelamatan nyawa seseorang. Dalam proses pembelajaran tentang teknik penanganan, perawatan dan pengobatan pada Pertolongan Pertama belum banyak memanfaatkan media di bidang teknologi informasi. Padahal kemampuan penanganan, perawatan dan teknik pengobatan juga mutlak harus dimiliki oleh anggota PMR guna menunjang kinerjanya.
Dengan meninjau fenomena di atas, agar peranan PMR dapat dirasakan manfaatnya secara maksimal di masyarakat khususnya di lingkungan sekolah, solusi yang dapat diberikan adalah memperkuat pemanfaatan teknologi informasi dalam proses pembelajaran kemampuan para anggota PMR di bidang Pertolongan Pertama dengan implementasi dan pelatihan operasional perangkat lunak simulator Pertolongan Pertama yang berisi tentang database informasi yang lengkap, relevan, dan terbaru terkait dengan Pertolongan Pertama dengan kemasan yang interaktif dan menarik. Salah satu solusi yang diberikan untuk membantu mengoptimalkan fungsional dari UKS adalah memberdayakan potensi PMR.
Para siswa SMAN 1 Sooko Mojokerto, khususnya anggota PMR, adalah salah satu bagian dari siswa di Indonesia yang dijadikan uji coba kegiatan ini untuk dikenalkan mulai dini mengenai teknologi perangkat lunak sebagai simulator Pertolongan Pertama. Dalam kegiatan ini akan lebih ditekankan pada implementasi dan operasional perangkat lunak karena pengembangan fungsional UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) mandiri berbasis teknologi informasi menjadi suatu tren yang harus terus digalakkan.
Langsung aja ya, saya share liputannya, maaf kebanyakan berupa video jadi yang saya share hanya dokumentasi berupa foto saja ya.
Hehehe, capek juga ya ngetiknya, hehehe…. Huft, kapan-kapan dilanjut lagi ya, Software Fast-Recy sudah melancong dimana-mana, ini juga karena permintaan dari temen-temen PMR di beberapa daerah di Jawa. Semoga bermanfaat… Bye