Berdamai dengan perasaan menyalahkan diri sendiri memang tidak mudah. Apalagi kalau lingkungan sekitar yang jadi penyebabnya. Berjuang sendirian, mencoba bertahan meski rasanya ingin menyerah.
Ingin marah dan teriak, tanda tidak terima karena merasa tidak adil bahwa ini hanya terjadi pada dirimu. Merasa tidak ada yang paham dan tidak bisa merasakan apa yang dialami. Semua terlihat sia-sia.
Padahal, Sayangku..
Ada aku disini, juga ada mereka yang peduli tentangmu. Hanya saja kamu belum menyadarinya. Hanya saja mereka pun kadang bingung harus bagaimana bersikap agar kamu nyaman. Agar kamu merasa aman dan kembali menjadi dirimu yang sebenarnya.
Semua orang pasti pernah ada di tahap tidak bisa apa-apa. Semua orang awalnya harus belajar dulu, toh? Nantinya semua orang akan mahir dengan kemampuannya masing-masing. Tapi harus ada harga yang dibayar; proses.
Aku yakin, kamu bisa melewati proses itu dengan baik. Aku yakin kamu bisa jadi yang terbaik dalam bidangmu. Aku yakin nanti kamu bisa membuktikan pada orang lain ada potensi besar dalam dirimu yang orang lain tidak ketahui.
Ayo, pelan-pelan, acuhkan apa kata orang lain yang merendahkanmu. Kita buktikan bersama bahwa orang tersebut salah menilaimu. Mereka sedang lupa bahwa dulunya mereka pun harus memulai dari nol. Mereka lupa bahwa mereka pernah jatuh dan diinjak dengan kata-kata adalah peluru yang mematikan semangat membara. Mungkin mereka ingin balas dendam? Mungkin mereka juga sebenarnya lemah? Ah, tak perlu dipikirkan (meskipun aku tahu itu sangat sulit). Jangan membuang tenaga untuk menguras fokusmu. Nanti mereka malah makin senang karena apa yang mereka kira benar adanya. Kita tidak ingin kalah sebelum berperang, kan?
Kawan, jika ternyata kota kita terlalu jauh untuk melipat jarak temu, ada doa yang kukirimkan menujumu melalui-Nya.
















