Belakangan ini banyak meme yang beredar di dunia maya sebuah generasi menganggap jamannya adalah jaman yang paling membahagiakan di dunia ini, generasi emas yang masa kecilnya paling bahagia dan seolah menganggap kebahagiaan hanya sebatas apa yang mereka rasakan kita sebut saja generasi 90an. Sering sadar nggak sih kalau kata "jika kalian ingat orang ini maka masa kecil kalian terselamatkan" , "jika pernah main permainan ini berarti masa kecil kalian bahagia". So what? Kabahagiaan terlalu sempit jika hanya diartikan sebagai menonton sesuatu yang "kebetulan" sedang tren di jamannya lalu dengan seenaknya bahwa kebahagiaan telah terkapling untuk generasinya, untuk generasi sebelumnya atau setelahnya dianggap sebagai generasi yang gagal. Fenomena ini muncul karena mungkin penguasa teknologi kekinian atau peran besar pemegang kuasa media sosial adalah anak muda yang kurang lebih berumur 27-18 tahun yakni generasi 90an. Dan kebanyakan mereka bangga dengan generasinya namun lupa bagaimana bisa kebahagiaan itu muncul tanpa kontribusi generasi sebelumnya. Pernahkah kalian berpikir wahai anak yang ngakunya generasi paling bahagia bahwa kebahagiaan yang kita alami adalah buah karya generasi sebelumnya? Ah... Mungkin terlalu asyik dengan dunia sehingga lupa hal dasar semacam ini. Kita lebih sibuk mencibir dan melakukan tindakan bullying daripada berkaca pada diri sendiri?. Sadarkah bahwa generasi kita juga berkontribusi dalam melemahkan etika bangsa? Yuk mari kita lirik tokoh idola anak jaman sekarang pertama youtubers yang paling banyak diikuti oleh remaja sekarang dengan bahasa bisa dibilang agak kurang sopan didengar yakni Reza Arap Oktovian dia lahir tahun 1990, dari generasi berapakah dia? Yap benar sekali dia dari generasi 90an yang kini kata-katanya yang hampir seluruh kebun binatang keluar dari mulut manisnya. Kontibusinya pada anak-anak SD luar biasa dari game, youtube, dan sebagainya Arap ini menjadi role model generasi sekarang yang kata sebagian guru SD menganggap banyak anak yang menggunakan kata kasar tanpa tahu artinya gara-gara mas Arap ini. Lalu kedua ada mbak-mbak yang lagi hitz banget dengan katanya mbaknya kebebasan berekspresi. Muncul ke permukaan dengan vidio nangis dengan dramanya kemudian hitz di youtube dengan gaya dengan pakaian yang kurang sopan, melakukan adegan yang kurang pantas sekaligus memamerkan lekuk tubuhnya pada khalayak umum siapa lagi kalau bukan mbak Awkarin atau Karin Novilda, sempat menjadi siswa berprestasi saat SMP namun berubah 180 derajat saat SMA dengan pergaulannya yang begitulah, dan kalian tahu berapa tahun kelahirannya? 1997, jadi dia generasi apa? Yap kita bisa menilai sendiri, lalu yang ketiga sang repper yang paling terkenal saat ini, dengan gaya SWAG nya atau YOGS apalah itu menggunakan bahasa yang tak teratur disetiap lagunya dan banyak berseteru dengan pendahulunya, tidak lain yakni mas young lex dan lahir di tahun 1992, dan dia juga generasi 90an. Jadi sebenarnya generasi 90an memiliki kontribusi yang cukup besar membuat remaja atau anak-anak jaman sekarang yang kurang beretika dan sering kali melakukan hal yang harusnya dilakukan oleh orang dewasa. Jadi apa yang menarik dari hal ini? Maksud saya bukan menjelekan salah satu generasi lalu memberikan pembenaran untuk satu generasi yang lain, jujur saja saya juga berasal dari generasi 90an hanya saja kurang "sreg" jika kita menganggap generasi lain tak seindah generasi kita. Karena setiap generasi punya cara sendiri dalam menyikapi suatu masalah, tugas kita adalah saling mendorong satu sama lain agar membuat generasi ini benar-benar menjadi generasi yang emas, anak-anak itu seperti sebuah lembar kertas kosong tergantung siapa yang akan menggoreskan, sebagai orang yang lebih tua baiknya kita membimbing dengan sabar adek-adek kita, arahkan kepada hal yang lebih bermanfaat bukan hanya menyalahkan lalu mencibir, mari saling dukung saling support, berhenti menyalahkan orang lebih baik kita saling memperbaiki diri dan saling mengingatkan ketika ada yang lalai. Tugas kita sangat berat karena arus globalisasi ini mari saling bergandeng tangan. Initinya kembali saya mengingatkan bahwa kebahagiaan seseorang itu nilainya sangat variatif bahkan tiap individu mempunyai parameter bahagia sendiri. Jangan menyamakan apa yang membuat kita bahagia lalu menganggap standar kebahagiaan orang lainpun sama. *ini kok jadi muter-muter ya? Yaudah lah yaa namanya curhat tengah malam