(via https://www.youtube.com/watch?v=SCcE0Z2RAvs)
Detik-detik FPI Sweeping Atribut Natal. Sepertinya banyak korban mahalnya sekolah jaman Orde baru. Sehingga ketika teman sebaya mereka belajar PMP dan Agama Islam, mereka mungkin sedang mengembala sesuatu atau cari makan. Jadi mereka tidak pernah mendengar sekalipun, tentang toleransi dan saling menghormati antar agama. Memang benar dalam pendidikan agama islam di SD juga disebutkan larangan menggunakan atribut non muslim, tapi memang benar juga bahwa hidup berbangsa bernegara di Indonesia ini harus bisa saling menghormati sesama warga apapun agamanya. Bukan menang-menangan menindas minoritas. Seperti biasa FPI selalu menggunakan dalil yang benar dulu untuk dijadikan alasan beraksi. Memang benar dalil yang digunakan FPI, indah sekali “Muslim dilarang pakai atribut natal” itu benar sekali. Tapi AKSI yg diambil setelahnya itulah yang super bwodoh dan jelas-jelas tidak berpendidikan, sweeping itu melanggar toleransi dan keharmonisan hubungan antar agama.. Harusnya hal seperti ini dilakukan dengan sosialisasi bertahap jauh sebelum natal dan berketerusan, bukan malah dilakukan dengan sweeping hari natal H-5. Kelihatan banget kalau nyampahnya kebangetan, maksa. Nggabrul dan memaksakan kehendak. Benar kata Gus Nuril, FPI seperti itu kok didiamkan saja? Apa ada kerja sama dengan **** lihat video Gus nuril itu di sini: https://www.youtube.com/watch?v=SkTCbAVAqac
Fpi, sweeping, atribut, natal, fpi sweeping, sweeping fpi, razia, fpi merazia, razia fpi, atribut natal, front pembela islam, habib rizieq, surakarta, solo, surabaya, mall, pusat perbelanjaan, topi natal, hari raya natal, MUI, hamka haq, gnpf, fatwa MUI, haram, fatwa haram, MUI vs hamka haq, ketua MUI, larangan sweeping, kapolri, tito karnavian, ma’ruf amin, Fpi, sweeping, atribut, natal, fpi sweeping, sweeping fpi, razia, fpi merazia, razia fpi, ���t5=���













