"Dialog"
"Bodoh kau, Sukab. Kau pikir mengirim foto perempuan ke grup yang isinya laki-laki itu soalan kecil? Kau pikir itu layak kau sebut "hiburan"? Memang hiburan itu, untuk laki-laki murahan."
"Ya itukan cuma bahan di grupku saja, Cha. Biar hidup itu grup, biar seru. Cuma memang bangsat itu yang membocorkan isi grup ke luar, orang lain jadi tau, mudahlah orang jadi memandang buruk ke arah kami, aishh. Padahal mereka juga punya aib, tak segan-segan kubocorkan juga itu!"
"Kau yang bangsat, Sukab. Pakaianmu saja yang bergamis, terlihat agamis tapi otak kau cabul.
Dan masih pula kau pusingkan pandangan orang? Cih, baik kau khawatirkan bagaimana Tuhan memandangmu sekarang.
Jangan, Sukab. Jangan kau jadi laki-laki murahan! Tak tentu dimana qowwamahmu, lisanmu kotor lagi tajam ke perempuan, bicaramu tak berbobot tak berbukti, mulut serampanganmu itu buat kau sempurna jadi tong kosong nyaring bunyinya. Laki-laki macam apa itu, Sukab?
Buat apa kau mencak-mencak? Kayak bocah! Lagipula ya, bukan soalan aibmu... sebab toh di luar sana banyak juga laki-laki yang buat salah tapi dia berdiri dengan gagah, mengaku salah, minta maaf dan memperbaiki. Tak sudi ia lempar salahnya kesana-kemari karena bukan seperti itu sikap laki-laki perkasa. Itu yang bikin orang rispek berat, Sukab karena ia jadi laki-laki yang utuh; gagah, melindungi, mengayomi, membimbing lagi lihai mengemudi hidupnya sendiri dan melindungi orang lain.
Sudahlah, Sukab bodoh. Sesederhana fungsi muliamu diciptakan Tuhan untuk melindungi wanita saja kau tak becus, malah kau sebar fotonya untuk santapan nafsu kau dan teman-temanmu itu. Asal kau tau, itu bentuk laki-laki murahan, Sukab. Bukankah ibumu perempuan ha?! Apa saat kau dan teman² gilamu itu membicarakan payudara dan bokong wanita itu tak ingat kau pada ibumu? Ibumu, Sukab. Ibumu! Ibu kalian itu juga perempuan.
Dasar laki-laki gila! Atau minimal kau malulah pada nilai qowwamah yang Tuhan sematkan padamu.
Taubatlah dari prilaku busukmu itu. Dan berhati-hatilah kau dari menyakiti jiwa yang tidak dapat membalas kejahatan kecuali dengan erangan yang hanya dapat didengar oleh Tuhan."
dan serbuan doa dipanjatkan dari lisan wanita di tengah malamnya, moga Sukab tak kehilangan wibawa dan qowwamahnya, minimal untuk kehormatan dirinya sendiri.
Doa itu dipanjatkan sebab si wanita yang berdiri menikmati waktu mengadunya ke Tuhan paham betul bahwa laki-laki adalah bagian penting koentji peradaban agama ini, bila kedepannya laki-laki terus saja jadi murahan, habislah ummat digelondong kenaasan.
Bila kedepannya si laki-laki ini terus saja bodoh bengkok begitu, siapa kemudian yang hendak meluruskan perempuan yang pada fitrahnya memang bengkok tapi padanya juga kunci kegemilangan generasi dihadiahkan? Tidakkah kau lihat, busuknya ikan selalu dimulai dari kepala?
"tidaklah mulai kecuali laki-laki yang memuliakan wanita, dan tidaklah hina kecuali laki-laki yang menghinakan wanita"
-Rasulullah, Muhammad peace be upon him.
Jakarta, Mampang Prapatan, 12 Juli 2024




















