Aku ingin bertanya
Pada siapa saja
Pada apa saja
Bahwa kita adalah satu?
Hidupku yang malang
Tak ada sekali pun yang terjadi
Semua lepas begitu saja
Tandu harapan dan impian
Kemewahan yang nampaknya terlalu prestigious untuk insan sepertiku
Kecoak tengik
Merayakannya saja aku tak pantas
Haru pilu membiru tak bermakna
Aku mati rasa
Tidak ada yang mengesankan
Seorang diri dikerubungi banyak nestapa
Nasib yang absurd ini nampaknya sedang mencoba mempertunjukkan leluconnya
Sama sekali tidak lucu!
Sang boneka
Ngalor kidul tidak keruan
Pasang surut tak pasti
Bagaimana mau baik-baik saja?
Tak ada yang menghibur
Semuanya sama saja
Kembali ke titik 0
Sia-sia
Terkutuk! Wahai ketidakberuntungan
Awan gelap pekat penuh kehinaan tak pernah pergi
Hujan tak pernah berhenti
Sialnya, semburat cahaya di ujung sana tak dapat melongok aku masih terjerembab di tempat keparat ini
Satu-satunya asa melengos begitu saja
Memalingkan wajah
Pura-pura tak tahu
Setelah semuanya duaaaar
Segalanya ambyaaaaar
Aku ingin menjalin keintiman dengan waktu
Bukankah satu-satunya penawar adalah waktu?
Meski terus berlari dan sempat tertinggal
Bukannya lebih baik, daripada diam
Sejadi-jadinya borok menganga
Masih bisa dipulihkan